Rabu, 02 Oktober 2019

casio g-shock GSG 100 1ADR



dari dulu TS pengen banget punya g-shock tapi bukan yang serie digital melainkan ada analognya (jam jarum).
setelah mencari2 akhirnya diputuskanlah membeli serie ini, selain warna dominan hitam, indikator di dalamnya pun simpel ndak begitu ribet kaya serie lainnya.

walau termasuk serie mud master, untuk fitur standard aja kok, tahan air s/d kedalaman 200m, tahan lumpur, tahan goncangan, waktu beberapa negara, alarm, stopwatch & timer.  sudah memakai teknogi tough sollar.  yang keren jika beberapa hari ndak dipakai maka jarum jam akan berhenti berputar agar irit battere, namun diketika jam dipakai kembali maka posisi jam akan langsung mencari ke posisi sekarang jam berapa.  jar jam juga bisa menyala dalam gelap selain dari lampu yang bisa menyala untuk melihat di keadaan minim cahaya.

overal lumayan juga untuk dipadukan dengan oufit kerja kantoran.



Selasa, 01 Oktober 2019

amazfit verge lite




belakangan istri suka pinjem amazfit TS, padahal masih sering dipake kalo lagi joging or ke gym (tredmilan), ya udah beliin ajalah smart watch juga, kebetulan amazfit ngeluarin yang versi rada ekonomis harganya, amazfit verge lite.  bentuk dan warna lucu untuk dipakai wanita, strapnya pun dari karet silikon, nyaman dipakai lama.

perbedaan amazfit verge dengan versi litenya adalah, tidak adanya dukungan musik, sehingga ndak bisa memutar musik mp3, fungsi musik pun hanya untuk maju dan mundur ketika kita menjalankan apps musik dari handphone.  untuk apps pun menggunakan apps mi fit bukan amazfit seperti amazfit verge versi full.  selain itu untuk olahraga ada beberapa jenis yang tidak ada di versi lite ini.

selain itu fungsi lain relatif sama, sudah include gps sehingga bisa merecord rute lari, jalan atau bersepeda.  ada heart rate untuk mengukur detak jantung, fungsi notif dari handphone, pengingat jika terlalu lama diam (duduk), dan beberapa fungsi lazim lainnya.

tapi yang menonjol adalah kekuatan battery nya, waktu beli kondisi battery adalah 50%, dan sudah 2 minggu lewat battery belum habis juga .

casio G-shock "king-kong" GX-56BB 1ADR



melihat serie lawas g-shock gw-5600 membuat TS tertarik membeli jam yang terkenal "badak" sejak tahun 80an.  tapi karena body TS yang "gede" akan jadi lucu karena ukurannya yang kecil 😅  beruntung g-shock mengeluarkan versi "besar" dari gw-5600 yaitu gx-56bb.  

biasa disebut orang2 king-kong karena ukurannya, jam ini cocok dipakai oleh orang2 yang berbadan tambun atau tinggi besar.  memiliki fitur yang kurang lebih sama dengan gw-5600, hanya saja sudah menggunakan gel sebagai bantalan pada mesinnya, sehingga diklaim lebih tahan bentur.  sisanya alarm 5 waktu, jam 32 negara, timer, stopwatch, lampu iluminator, sama seperti g-shock serie2 lainnya.  namun warna yang full hitam termasuk warna background membuat jam terlihat gagah.  sudah menggunakan teknogi tough sollar, tapi menurut TS, yang keren itu fungsi sleep-nya, dimana jika lama tidak digunakan maka layar jam akan gelap dan akan nyala kembali ketika digunakan dan terkena cahaya, jadi battere jam lebih irit.

selain itu type ini diklaim tahan lumpur selain air sampai kedalaman 200m.  pengait ganda juga diklaim mampu membuat jam lebih kukuh menempel dipergelangan.  tapi ya gitu deh, karena ukurannya yang besar, membuat orang yang memiliki pergelangan tangan kecil jadi terlihat cungkring ketika mengenakannya...

😘

Minggu, 14 Juli 2019

rubber paint for shoes




karena udah dua tahunan ini ke kantor pake sepatu kets, makanya selalu dicari sepatu kets warna full hitam, supaya nyaru sama sepatu kerja.  berhubung ada sepatu yang warnanya ga hitam bagian bawahnya akhirnya diputuskan untuk mengecat bagian bawahnya.

nah buat yang kepengen ngewarnain bagian bawah (sol) sepatunya sekarang mah enak, ada yang namanya rubber paint yang bisa dipergunakan untuk cat sol yang terbuat dari karet.  sebenernya cat ini dipake untuk ngecat ban agar tampilan bervariasi, warnanya juga macem2, tapi kang sepatu banyak yang pake bakal cat sol sepatu juga, karena bahannya karet jadi bisa ngikutin sol yang elastis dan ga pecah kalo dipake jalan/lari.  itu TS lampirin gambar sepatu sebelom & sesudah di paint kali aja ada yang tertarik pengen ngecat juga.  karena, mungkin sepatu full item banyak jaman sekarang, tapi kan anak kadang belom tentu cocok modelnya 😁
btw kalo mau cari di marketplace tulis aja "rubber paint", salah satu photo bendanya terlampir di atas.

makenya ga susah kok, tinggal campur aja cat dengan air sesuai dengan kekentalan yang diinginkan.  nah, nanti ngecatnya jangan pake kuas kalo bisa, soalnya kalo bulu2 kuasnya copot nanti nempel disepatu kan jelek.  pake spons aja biar bagus hasilnya.  kalo udah rata jangan dijemur di matahari karena karet akan pecah2, diangin2kan saja selama dua hari sampai benar2 kering.

semoga berguna...
😘

Kamis, 11 Juli 2019

asics gel kayano 24



awalnya TS lagi nyari sepatu kets yang full black, karena rencananya untuk dipakai ke kantor, karena sepatu lama sudah hampir sobek, sehingga perlu cari penggantinya.  
dipilih warna full black agar bisa dipakai keseharian dalam ruangan kerja, soalnya warna hitam kalau dari jauh samar dengan sepatu kerja.
kebetulan juga TS lagi penasaran dengan asics gel & flytefoam nya, makanya sekalian aja dipilih gel kayano 24 ini.

secara tampilan fisik, beberapa generasi gel kayano selalu klasik, jadul kalo kata orang2 mah, tuh liat aja sendiri modelnya 😅
tapi walau terkesan oldskul tetep aja para runner banyak yang pake seri gel kayano ini.
TS sendiri pas nyoba yang dirasa adalah enteng dan nyaman ketika dikenakan, khas sepatu lari lah ya.
sol/cussion nya yang digadang menggunakan flyte foam empuknya pas banget, bahkan buat jalan sekalipun.  TS belom coba lari di jalan sih, baru coba di tredmill sekitar 3km-an.  mayan kok enak, dan sepertinya cocok bakal lari jarak jauh deh.
untuk tingkat empuknya, flyte foam ini lebih keras dari fresh foam nya new balance, mirip2 cloud foamnya adidas, hanya saja karena ada gel di bagian depan & belakang terasa jadi lebih nyaman ketika dipakai berlari.

Selasa, 18 Juni 2019

mifa S1


akhirnya mifa lulus juga S1 nya 😅

karena punya pengalaman ndak enak soal earphone/iem bluetooth yang kejadian terus berulang, tapi butuh karena untuk joging or tredmilan biar ndak bosen, akhirnya TS terpaksa beli lagi setelah gear sebelumnya rusak 😅
ya, iem bluetooth umurnya tidak bisa lama, karena di dalamnya terdapat komponen batre dan dac, dimana semakin banyak komponen dalam satu cans maka semakin besar pula kemungkinan rusaknya.  setelah sebelumnya battery error pada mpow cheetah, kali TS harus merasakan suara ga balance kanan kiri pada xiaomi bluetooth, mau coba repair sih, makanya beli mifa ini untuk iem pengganti.

dijajaran iem mifa, S1 ini seri paling bawah, TS pilih karena keterbatasan budget, lagian cuma bakal joging aja ga perlu bagus suaranya.  kebetulan juga mifa indonesia lagi ada diskon untuk lini mereka, so dengan 200rb TS udah bisa mendapatkan iem ini.

secara fisik ini iem emang buat joging banget sih, ada lengkungan plastik untuk dikalungkan di leher bentuknya seperti bando, selain itu di kedua ujung iem terdapat magnet, membuat kedua iem menempel ketika didekatkan.  bahan earpiece karet nyaman di telinga, tombol navigasi ada di kanan terletak di ujung "bando"nya, tombol plus, minus dan on/off.

untuk suara (belum burn in), terdengar treble amat sangat menusuk, tajem banget.  sedangkan bas sedang2 saja tidak tight maupun bummy.  tapi suara treble & bass terasa jauh satu sama lain.  detailpun jadi berasa agak kurang.  mudah2an setelah masa burn in selesai, suara akan lebih detail nanti...

Sabtu, 08 Juni 2019

battery converter (konverter batere) AA to D


Kita sama2 tau nyari batere type D (besar) di warung saat ini sangat sulit ga kaya dulu.  kalo mau pasti dapet kudu ke retail modern atau bahkan ke supermarket, iya kalo pas kebetulan ada waktu, lha kalo pas mendadak & perlu banget kan repot.  untuk nyetok batere ukuran ini pun selain makan tempat, harganya pun lumayan dibanding yang ukuran kecil (AA).

Batere ukuran besar seperti ini sudah jarang digunakan pada elektronik, tapi masih dipakai di alat2 yang memerlukan pematik seperti kompor tanam atau water heater gas.  batere jenis ini masih digunakan karena memiliki ampere yang lebih besar dari ukuran kecil (AA).

dengan adanya konverter ini, batere AA bisa dipakai pada alat2 yang menggunakan batere ukuran/type D, memang amperenya jadi tidak sebesar type D, tentunya ini berdampak dengan jangka waktu pemakaian yang bisa kurang setengahnya.  tapi jangan khawatir, diluaran sudah banyak batere AA charger yang amperenya besar kok, enak malah kalo abis tinggal cas lagi ga usah beli 😁.

so, sekarang jika mendadak harus segera mandi atau harus masak tiba2 batere abis, ga perlu bingung lagi nyari2 batere ukuran besar di warung2, cukup pakai ukuran AA sebagai subtitusinya...

😊



Kamis, 02 Mei 2019

Jus Buah dan Sayur dengan HN RBC20

berawal dari ketakutan akan penyakit2 degeneratif yang mulai menyerang teman2 seumuran, ada yang terkena jantung, hipertensi, diabetes dan kanker, bahkan beberapa dari mereka sudah dipanggil duluan menghadap YME.

bercermin diri, apa yang dikonsumis setiap hari.  ya, kita akui saja, kita sangat kurang dalam mengkonsumsi serat, baik buah-buahan maupun sayur-mayur setiap harinya.  padahal serat tersebut dibutuhkan tubuh dalam proses memperlancar pencernaan, agar tubuh dapat lancar membuang kotoran dan racun2 dalam tubuh yang tidak diperlukan.  selain itu mengandung vitamin alami yang terkandung juga dibutuhkan oleh tubuh.

dikarenakan kita berdua kerja berangkat pagi & pulang malem, so waktu kita terbatas untuk beli sayur dipasar/tukang sayur dan masak setiap hari, maka kita putuskan pakai cara yang instan aja, yaitu nge-jus sayur dan buah tersebut.

di awal bingung gimana caranya dapat supply rutin buah dan sayur dengan kualitas bagus.  Alhamdulillah sekarang sudah banyak toko online yang menyediakannya, setelah dicoba beberapa kali, ternyata kuat kok distok selama seminggu di kulkas.  selain itu sebelum dipotong2 untuk dijus, baiknya buah & sayur tersebut di cuci dulu menggunakan sabun cuci yang bisa digunakan untuk mencuci buah & sayur, agar lebih higienis.

untuk membuat jus, TS memilih menggunakan alat slow juicer.  dipilih slow juicer karena sari buah yang dihasilkan lebih banyak dan lebih bagus hasilnya.  
kalau menggunakan blender maka output berupa ampas masih ikut terbawa.  kalau menggunakan fast juicer, sari yang dihasilkan lumayan banyak, namun ampas masih banyak juga.  beda dengan slow juicer, sari yang dihasilkan lebih kental dan banyak.  karena cara kerja mesin dengan sistem press dan bukan mencacah.


sari yang dihasilkan slow juicer lebih banyak dan kental.


Kamis, 07 Maret 2019

deep cool; Gammaxx 200T, Xfan 80 & 120




berawal dari suara kipas cpu yang berisik banget, sedangkan komputer untuk kerja adanya dikamar & ketika isteri sedang kerja sampai larut malam suaranya lumayan mengganggu.  akhirnya TS coba nyari cooler cpu yang suaranya lebih "tenang".

sejurus ditemukanlah cooler2 bersahabat dikantong dengan merk deep cool, setelah baca beberapa referensi diputuskan mengambil seri gammaxx 200T.  tadinya mau ambil yang kipas ukuran 80 tapi menurut review suaranya lebih berisik dari yang 120, tadinya juga mau ambil yang heatpipenya 3 tapi karena cuma buat intel core2 duo akhirnya diambil yang ber-heatpipe 2 dengan kipas 120.

pemasangannya lumayan rada ribet, karena cpu TS ukurannya relatif kecil, sehingga terasa sempit ketika memasang cooler ini.  kipas sebaiknya dilepaskan dulu dari dudukan agar pemasangan lebih mudah, karena dipasang pada socket lga 775 maka dudukan/adapter harus dipasang, mudah kok pemasangannya tinggal klik saja, sebaiknya bungkus platik pada pad cooler jangan dibuka, karena disana sudah ada thermal greasenya, nanti kalau sudah fix dipasang barulah dibuka supaya ndak berantakan.  pemasangan cooler pada lga 775 yang TS lakukan harus sedikit lebih ditekan untuk bisa mencapai kaitan kedua dudukan, setelah terkait cooler akan duduk kuat walaupun digoyang2kan.



soal suhu yang diklaim lebih adem dari heatsink bawaan processor TS sendiri belum membuktikan, namun dari sisi suara sudah terbukti  senyap banget nyaris tak terdengar, kalopun masih ada suara itu karena suara kipas psu yang mendominasi.

X120 & x80 pun suaranya tidak berisik, lumayan senyap dan sanggup mengalirkan panas keluar casing cpu.

cmiiw

marantz pm6006




karena ngerasa udah cukup lama dengan amply smsl & little bear, TS mutusin untuk upgrade amply.  setelah search beberapa referensi, akhirnya TS putuskan untuk coba ambil merk marantz, modelnya pun yang sejuta umat sesuai rekomen majalah hifi yaitu PM 6006.  salah satu jajaran entry level dari marantz.
sebagai gambaran, untuk build amply inimemiliki bentuk lumayan classic & elegan, apalagi TS ambil yang warna hitam.
dan ternyata serie ini benar2 pure amply, tidak ada tuner ataupun benefit lain, amply tok ! 
pada menu hanya ada option adjust standard seperti; pengatur bass, trebblen& balance, pengatur volume, pengatur opsi input, dan beberapa tombol lain. 
tapi kelebihan amply ini sudah ada input untuk phono, sebuah coaxial dan dua input toslink (optical)

tes sound pertama kali pakai kaset, coba setel lagu anak2 semut2 kecil & kenny g.  keduanya lumayan clear suaranya, tapi ya karakter suaranya kaset, ga bisa sebening cd.
tes kedua pakai bluetooth receiver, kebetulan TS pakai PX BTR 1600 (support aptx & source dari spotify - streaming hi ress dari gadget support aptx), percobaan pertama pakai input analog, suaranya clear, lebih bening dari kaset tentunya, percobaan kedua pakai kabel toslink/optical,  hasilnya sedikit lebih clear dari kabel analog.

warna suara yang dihasilkan amp ini cenderung netral ke arah bright (tidak ada effect 3d dsb), separasi biasa saja, instrument & vokal balance, vokal biasa tidak terlalu bulat, bas pun  cukup & ndak boomy.  yang terlihat jelas adalah di detailnya, suara terdengar jelas disetiap instrument, pegucapan vokal juga terdengar jelas, mungkin karena sudah mendukung format hi res.

source dicoba menggunakan file flac & wma ripping cd audiophile dengan sony walkman a35 yang sudah support LDAC, karena source support hi ress otomatis suara juga lebih detail dibanding source dari spotify

CMIIW

Sabtu, 13 Oktober 2018

adidas pureboost 2017



TS Pertama kali liat sepatu ini awal 2018, dari pertama kali liat sebenernya udah jatuh hati, sayang aja harganya yang masih ga masuk akal.  
Tapi untungnya, merk adidas itu kalau sudah masuk model yang lebih baru, maka model lama mereka jual dengan diskon bisa lebih dari setengah harga.  dan bener kata orang, jodoh itu ga kemana, TS akhirnya dapet juga ini sepatu di salah satu marketplace dengan diskon yang lumayan waw 😅, lagian TS juga malah ga demen model barunya 2018 pureboost DPR.

yang membuat TS tertarik model ini, adalah karena sesuai namanya pureboost, outsol nya bener2 isinya boost aja, ga campur dengan cloudfoam seperti sepatu TS sebelumnya.  mungkin frame nya ndak sekuat response st (sepatu sebelumnya), tapi karena bahannya terdiri dari boost semua maka sol nya diklaim lebih empuk untuk lari jarak jauh.  selain itu bahan upper sol yang terbuat dari knit (rajutan) membuat lebih pas karena mengikuti kontur kaki.  walhasil secara keseluruhan menjadi lebih nyaman.

setelah dicoba untuk lari sekitar 2km & jalan 5km, yang TS rasakan sepatu ini bener2 nyaman & empuk 😁  upper sol dari bahan rajutan membuat ndak terasa sedang pakai sepatu tapi seperti sedang pakai kaos kaki

Jumat, 24 Agustus 2018

setang fatbar pada satria FU




Untuk postur tubuh dengan tinggi lebih dari 160cm menaiki satria fu dengan setang bawaan dalam durasi lumayan lama cukup bikin tangan pegel, belom lagi kalo boncengan, pas ngerem beban boncengger terasa di tangan.  Walhasil TS memutuskan untuk mengganti dengan setang model biasa.

search beberapa referensi baik artikel maupun youtube, kebanyakan raiser (pegangan setang) yang digunakan adalah kaki ganda, sedangkan lubang di segitiga atas fu hanya ada satu, walhasil satu kaki menggantung, beberapa review mengklaim konstruksi tersebut kuat walau satu kaki menggantung, tapi entah mengapa TS kok ngerasa tampilan jadi aneh bin janggal aja 😅



setelah mencari referensi beberapa raiser berkaki tunggal, akhirnya didapatkan dua jenis raiser yang bisa dipakai.  pertama bisa menggunakan raiser bawaan klx 150, kedua membeli raiser after market berkaki tunggal seperti yang TS gunakan.
keduanya tetap ga bisa PNP, karena baut bawaan dari raiser berukuran L10.  sedangkan bolongan pada segitiga atas fu hanya cocok untuk baut L8, kita perlu mengganti baut bawaan dengan ukuran L8 dengan minimal panjang 5cm, tentunya dengan tambahan ring di kepala baut, karena ukuran baut lebih kecil, mencegah agar tidak oblak.

pertama yang harus dikerjakan adalah melepas semua instrumen  di stang bawaan, seperti kopling, handle gas, panel lampu dll.
lalu dilanjutkan dengan melepas setang.  sebelum memasang raiser garpu perlu diadjust panjang shock depan, sedikit diturunkan sampai tidak mentok dengan setang yang akan dipasang, setelah ok baru proses pemasangan raiser & setang dilakukan.  tentunya diukur terlebih dahulu dengan posisi riding yang nyaman sebelum raiser dikencangkan.
raiser & setang yang dipakai TS kebetulan adalah tipe fatbar, perlu sedikit pemotongan 2,5cm dikedua ujungnya menggunakan gerinda agar tidak terlalu panjang.

setelah setang terpasang kokoh tibalah dibagian yang paling ribet. hooh pemasangan instrumen setang yang tadi kita pretelin satu persatu.  hal ini jadi ribet karena panjang kabel fu terbatas, sementara karena ganti setang, kabel banyak yang ga nyampe ke dudukan barunya 😂😂😂, walhasil mau ga mau kita kudu buka batok lampu, copot semua jack & runut kabel satu persatu supaya kabel bisa punya space rada panjangan & instrumen bisa terpasang manis di setang 😁  siapin aja banyak selotip listrik & kabel ties biar jadi rapih penempatan kabel2nya 👍

setelah urusan kabel beres, jangan lupa pasang batok & body kembali, awas ada baut yang ketinggalan dipasang 😅




Jumat, 27 Juli 2018

Keihin PWK 28 @Satria FU 2008




Bosen karbu lamanya (pe28 thailand) susah langsam,   Akhirnya TS memutuskan untuk coba ganti pakai karbu bawaan kawasaki 85 (trail) yang sudah ga awam lagi di dunia motor 4 tak yaiu keihin PWK 28.

Karbu lama sebenernya sudah ganti noozle & jarum pake punya PWK 28 juga tapi karena pe28 itu sendiri asalnya bukan untuk motor 4 tak, makanya rada susah nemuin settingnya.

ketika pergantian, kabel gas tidak perlu diganti, karena ternyata panjangnya pas dengan pe28, karena ukurannya sama, pilot & mainjet tinggal mindahin aja dari pe28, yaitu ukuran 38pj dan 115mj.  Tapi ternyata pas dicoba ternyata pj nya masih kurang basah, sehingga harus naik ke ukuran 40.  mungkin karena FU TS sudah pakai filter kertas koso bukan bawaannya.

ketika sudah langsam motor pun dicoba.  rpm bisa langsam di putaran bawah 1000-1500, ga kaya pas pake pe28 yang untuk langsam harus diatas itu.  ketika lari diputaran bawah pun galak, ga ada gejala kosong/hilang seperti ketika pakai pe28.  putaran atas relatif sama dengan pe28, tapi TS belum sempat nyoba secara maksimal.  mungkin di lain waktu ada kesempatan untuk tes larinya lagi 😅

btw karena memang dirancang untuk motor trail, karbu ini ga bersahabat untuk putaran bawah, alias brebet kalo diajak pelan, sehingga ga cocok untuk rute yang banyak stop & go nya dan lebih cocok jika dipakai untuk perjalanan jauh.

---------------------------------------------------------------------------------------
setelah dicoba beberapa kali, ga tiap hari ya maklum bukan motor untuk harian, terasa perbedaan yang cukup signifikan dibanding ketika menggunakan pe28 thailand, kebetulan pe28 sebelumnya sudah sedikit di adjust sedikit, jarum karbu menggunakan tipe JJH kepunyaan PWL dan noozle serta mainjetnya pakai kepunyaan PWK.

Ketika menggunakan PWK rmp bisa langsam idle di angka 1000-1300, beda dengan waktu pe yang naik turun 1500-3000.  tenaga menggunakan pwk rata dan terasa padat dari rpm bawah sampai atas, tapi ga segalak ketika menggunakan pe 28 thailand sebelumnya.  Apa mungkin efek jarum JJH nya yang bikin tenaga di pe 28 jadi galak ?!?

TS akan coba cari tahu lagi...


---------------------------------------------------------------------------------------

penasaran dengan performa pwk yang jauh dari pe custom, akhirnya needle bawaan pe lama (jjh) dipindahkan ke pwk (needle NAPE),
akselerasi jadi naek, tapi tetep ga segalak pe custom 🤔🤔🤔

Rabu, 11 Juli 2018

adidas response ST




Karena penasaran dengan teknologi "boost" nya adidas, akhirnya TS memutuskan untuk mencoba salah satu lini boost tersebut, Response ST.

Menurut beberapa literatur, partikel boost yang ditanamkan adidas pada midsole nya diklaim bisa mengembalikan/memantulkan energi lumayan besar, mereka mengharapkan para user yang menggunakan produk mereka lebih optimal dalam menggunakan tenaga yang dipakai.

Teknologi ini merupakan pengembangan dari teknologi foam yang pertama kali dipakai merk crock, yang sebelumnya dikembangkan lewat brand "cloud foam" & "bounce" oleh adidas.

mungkin jika diibaratkan, jika cloud foam itu kasur busa, maka boost itu kasur latex, sama2 empuk namun boost lebih nyaman, sehingga cocok banget untuk yang suka lari jarak jauh seperti maraton.

oh iya, response ST diperuntukan untuk kaki low arc, ceper kalo kata bahasa orang sini 😅

overall, boost layak dan rekomendedlah untuk digunakan para runner, terutama  jarak jauh, karena selain bobotnya yang lebih enteng, sol ini juga membuat pemakai lebih nyaman ketika menggunakannya

cmiiw

Selasa, 10 Juli 2018

AE 86, miniauto, 1:28






Beberapa hari lalu, TS liat diecast ini berseliweran di timeline sosmed, sedang hapening nampaknya 😁
kebetulan, dari dulu pengen punya satu, mo beli yang autoart tapi kok gitu banget harganya 😅
yowes, setelah baca beberapa riview dan liat postingan di youtube akhirnya TS mutusin ambil satu di toped.

build diecast ini sama seperti lainnya dari logam, tapi materialnya jauh lebih baik dari merk RMZ, 11-12 sama hotwheel lah.  untuk ukuran harga segini, bisa dibilang detailnya lumayan bagus & rapih.  karena diperuntukkan sebagai mainan anak dan bukan khusus kolektor, ada lampu yang bisa nyala kalo bagasi/pintu dibuka & jika ditarik kebelakang maka ban depan dbelakang akan berputar kedepan (pegas seperti choro-Q) 😅

Alhamdulillah lah ga kudu beli autoart yang harganya bisa 16x nya
😂😂😂

Rabu, 20 Juni 2018

Adidas Rockadia Trail



Karena TS udah mutusin mau rutin lari lagi, maka dicarilah sepatu lari.  Sebelumnya nyoba beli New Balance Arishi, setelah dicoba dua kali entah kenapa rasanya kurang pas.  Beberapa kali ke toko adidas & nyoba akhirnya TS mutusin nyoba beli model ini. 

Rockadia trail, sebenernya model ini bukan untuk lari di jalan mulus (road), melainkan untuk lari lintas alam, namun karena pas di coba pakai kok rasanya pas & nyaman akhirnya TS memutuskan untuk mengambil tipe ini.  Sepatu ini diperuntukan untuk kaki normal, walaupun teknologinya masih cloud foam dan belum boost namun sudah cukup nyaman ketika dikenakan.

TS coba untuk lari road, keliling stadion pakansari cibinong.  Ternyata tipe ini enak dipakai walau untuk jalan aspal (road), kaki rasanya nyaman banget, walau banyak gerigi di sol bawah namun ga terasa mengganjal & enak aja dipake lari di aspal.
Kemaren coba lari di kebun binatang ragunan pun enak2 aja, disana medannya rata2 dari conblock, rumput & tanah.  Lapisan gerigi terasa banget fungsinya disini, cengkraman terasa lebih nge-grip.

Walau bukan masuk le golongan sepatu trial pro, namun tipe ini enak banget dan nyaman dipake baik untuk road ataupun trial.  Rekomended untuk pemula seperti TS

😁

Senin, 21 Mei 2018

xiaomi mi sport bluetooth earphone/iem



Kali ini TS akan coba ripiew gear yang sebenernya udah bisa dikatakan jadul, salah satu lini bluetooth devicenya xiaomi, mereka menamakannya "mi sport bkuetooth earphone".

Datang dengan kemasan sederhana, namun sudah tak terlihat "kampungan" dengan kerdus cokelat seperti biasa.  Secara fisik iem ini bisa dibilang lumayan besar ukurannya, namun TS ga nyangka buildnya ternyata bagus, di body iem di lindingi semacam lapisan karet tipis, seakan2 pengen bilang "ini anti aer lho", ga anti2 banget sih cuma IPX5 klo ga salah 😁.
Satu tombol utama (on, off, pairing), tombol + (up volume & next) serta tombol - (down volume & prev), kabel penghubung terasa tipis dan ringkih, kawat yang berfungsi mengaitkan di telinga jika dipakai lama terasa kurang nyaman, agak sakit di kuping.

Garis besar suaranya "BRIGHT".
lumayan balance, tapi perlu effort sedikit dengan settng EQ yang pas.  
Lumayan detail walau ndak sedetail iem2 bersertifikasi "Hi ress", namun banyak instrumen yang TS dengar yang di iem sebelumnya "vivan" tidak terdengar.  bass seadanya dan baru terasa pas jika dilakukan setting eq itu tadi 😅.  sound stage biasa, ga luas ga sempit juga. vokal ditengah (pas buat TS), instrumen agak maju seperti kebanyakan iem berakarter bright.
overall terasa pas buat TS, karena suara dobel pedal ga terdengar ketinggalan satu dengan lainnya.  setelah setting eq di spotify, beberapa lagu cepat khas NOFX, bahkan lagu melow model all out love - power supply atau what a wonderful world nya louis armstrong udah lumayan enak terdengar di settingan "rock".


karena memang digunakanTS untuk harian seperti joging & perjalanan di kereta iem ini udah lumayan mumpuni dari segi suara, namun sangat tidak direkomendasikan dipakai untuk para basshead.  Kait kawat yang kurang nyaman pun bisa jadi pertimbangan jika dirasa butuh kenyamanan pemakaian jangka panjang.

CMIIW

---------------------------------------------------------------------------
tambahan ni ges,
sebaiknya untuk membawa iem ini dimasukan dalam case jika ingin ditaruh di tas, sebab tombolnya sangat sensitif, belum lama iem TS rusak & harus service ke xiaomi, akhirnya sekarang setiap bawa pake case bekas servo 😅

Sabtu, 14 April 2018

XIAOMI mi4C VS mi6




sebelum nya TS memakai hape mi4C, serie mi4 yang berbudget paling minim namun sudah menggunakan chipset snapdragon serie 800, yaitu snapdragon 808.  Namun karena "kesalahan teknis" hingga akhirnya mi6 sekarang ada ditangan.
Harusnya TS ga ganti hape, wong ternyata mi4C gapapa cuma batrenya aja yang drop, begitu ganti langsung tokcer 😅

Bila dibandingkan, kakak-adik yang lompat satu generasi (mi5) ini secara clock jelas jauh berbeda, yang satu hanya menggunakan prosessor snapgragon berinti 6 dengan maks clock di 1,8ghz, sedangkan mi6 sudah menggunakan prossesor snapdragon berinti 8 dengan clock maks 2,45ghz.
Namun secara performa (selain speed) justeru TS mengalami banyak kejanggalan, dimana mi4C justeru unggul di output suara (jack 3.5) dibanding saudaranya mi6 (menggunakan converter type-c to 3.5), mi6 nggak banget menurut TS, selain powernya kurang, detail juga ga dapet, bahkan sudah dicoba menggunakan DAC external (PCM 2704) tetap ga sebagus mi4C menggunakan DAC yang sama. Untuk pairing bluetooth dengan speaker maupun iem/earphone keduanya tak terasa perbedaan berarti.
Selain itu kamera pun masih lebih responsif dan terang mi4C, mereka berdua menggunakan jumlah megapixel yang sama yaitu 12MP, hanya saja pada mi6 menggunakan dual kamera di belakang sehingga gambar "sedikit" lebih detail.  Namun untuk sensifitas cahaya masih lebih detail mi4C.

Kalaupun ada yang lebih unggul selain kecepatan (terutama game) dari mi6 adalah power consumtion, mi6 jauh lebih irit baterry dibanding mi4C, hal ini sesuai penjelasan dari pihak snapdragon, bahwa pada chipset serie 835 konsumsi power lebih kecil karena ukuran prosessor yang juga ikut menyusut.

Yang jelas, sampai tulisan ini dibuat, TS masih respect sama mi4C, dimana di usia yang sudah lebih dari 2 tahun, dia masih tetap powerfull untuk kebutuhan harian, kebetulan TS ndak suka main game, karena dengan sisa ruang penyimpanan yang minim sudah hampir bisa dipastikan banyak game yang akan lag jika dimainkan.

cmiiw

*untuk spek liat di gsm arena ya, disana lebih lengkap 😁

Senin, 09 April 2018

Radius HP NHR21





sebenernya ga pengen2 banget ganti iem, abis gimana, punya 3 semuanya rusak dipakein bini, ga tau gimana caranya bisa jadi gitu, kalo ga terpaksa2 amat males ganti iem, ud cocok sama ostry kc-06a

dari taun lalu sih naksir sama duoza nya audio zero, tapi karena tu barang udah ga masuk sini lagi jadi susah nyarinya, ada jasa titip jepang yang jual rada miring beda 200rb-an tapi orgnya juga lagi nunggu yang mo jalan kesananya.

berhubung kuping ud ga enak bgt denger iem ga balance akhirnya terpaksa ganti juga.  Diputuskannya ambil merk & type ini sebenernya juga terbilang asal2an, ga pake audisi or setidaknya ngobrol sama yang jual kaya ostry kemaren.  Cuma berdasarkan review youtube & beberapa tulisan  orang, bener2 gambling 😅

sekejap pun iem ditangan,
dan ternyata warna suaranya ga seperti diharapkan, walau warna ini pasti disukai banyak orang, warm, bass tebel & ga boomy walau dengan single driver.  Sesuai tulisan yang ada di kerdus "hi-ress", suara lumayan detail, apalagi klo digabungin sama player hi-res juga.  Trebel lumayan jelas walau ga tajem banget, vokal rada mundur dikit, staging ga begitu luas, detail dapet banget, buat dengerin accoustic or instrumental pas banget, mirip kaya di dalem studio rekaman.
Coba dengerin OST guardian galaxy yang pertama, luar biasa, berasa ga mo dilepas ini iem.  Bass walau sedikit berlebih tapi masih nyaman.

tapi sayang...
musik yang sering TS dengerin kan bukan model gitu 😅  seperti kita tau, bass yang berlimpah ga cocok untuk musik2 bertempo cepat, keteter ngejar dobel pedal, padahal setting aqualizer ud diset ke rock, sepertinya harus setting manual diturunin lagi porsi bass nya.
overall, iem ini sebenernya cocok untuk all arround, cuma karena peminat warna musik warm & bass banyak makanya mereka maen ke arah sana, konon beberapa type seperti nhr 11, dan 31 mirip2 warnanya.  Tapi ndak perlu sedih karena sudah hi-res suara yang dihasilkan tetap mumpuni & nyaman digunakan TS kok 😉

cmiiw

Selasa, 13 Februari 2018

SKMEI 1251


Kenapa judulnya SKMEI 1251 ? Karena memang merek jam ini SKMEI dan model/typenya 1251.

SKMEI adalah pabrikan jam asal china yang belakangan sukses diterima di Indonesia, apalagi kalau bukan karena harga yang bersahabat dan modelnya yang tidak ketinggalan jaman.
Untuk beberapa model SKMEI memiliki model yang pada tampilan mukanya tidak menuliskan merek SKMEI itu sendiri (seperti contoh diatas), sehingga nggak malu2in jika kita memakainya 😅

fungsi lain selain jam sama seperti standard jam digital lainnya; alarm, stopwatch, timer, fungsi jam kedua dan lampu backlight.  Tampilannya sedikit beda dengan jam umumnya, dimana latar belakang justeru berwarna hitam dan dan angka jam berwarna putih.

untuk bahan talinya ndak seperti jam biasanya yang nyaman, sedikit keras dan ga nyaman jika dipakai cukup lama.
Overall dengan harga dibawah 100rb jam ini sudah bisa digunakan untuk berenang, karena anti air sampai 5atm

cmiiw