Jumat, 22 Mei 2015

Die cast 1/64, hot wheels & tomica

Awal mula gegara ngeliat toko yg jualan hot wheels di sebelah toko lapis bogor cibinong, kok perasaan modelnya beda ama yg digantung di carefour, hypermart dsb, kok yang ini bagus2.  Beraniin diri tanya2, eh ternyata harganya beda, type yg TS pengen harganya diatas rata2, bingung dong, seller bilang karena model tersebut jarang & banyak yg cari

Bermodal puny 2 buah, TS pun coba mencari tahu di forum, oh ternyata hot wheels itu bermacam2 kriterianya, ada yg untuk balap, custom, lose pack, collector dll.  TS ga peduli ama pengelompokan, yg penting klo liat & suka, harga cocok, maka terjadilah transaksi, walhasil nampak difoto beberapa koleksi TS, blm termasuk tomica & loose pack
:)
hot wheel dengan kemasan umum
bukan hanya hotweheel ada juga greenlight, jhonny lighting dll dalam kemasan khusus
sebagian lagi yang terkumpul








Sabtu, 18 April 2015

Cabinet/detolf/lemari pajang 4 susun

Kali ini TS akan coba mengulas tentang lemari pajangan
Lemari kaca ini umumnya digunakan para hobbies diecast atau action figure dalam menempatkan koleksinya agar tidak berdebu dan dapat dipandang setiap saat
Banyak jenis dan beraneka ragam, namun yang sering di bahas di forum adalah lemari dari ikea dan informa seperti lemari pilihan TS berikut
Sebenarnya TS lebih suka dengan model lemari susun 8, namun sayang sekali harganya tidak masuk diakal untuk saat ini
Pencahayaan pada lemari TS kurang maksimal karena hanya mempergunakan satu buah lampu LED 3 watt, seharusnya minimal 2, agar 2 tingkat di bawah juga terkena sinar
Untuk pengaturan power, TS mempercayakan pada timer digital yang akan menyala otomatis di range waktu 18.00 s/d 22.00 sekaligus berfungsi sebagai lampu hemat
:)
30 Led - 3 watt
timer digital - setting waktu nyala dan mati lampu led
kuci tambahan demi keamanan :p
penampakan siang hari
dengan 1 led 30 pin - 3 watt
TS mencoba mencari led mur-mer ke Kenari Jaya, diputuskan memakai panel led, satu panel terdiri dari 3 led, satu tingkat dipasang 2 panel led, berikut penampakannya
 
dengan panel led di tiap tingkat

Sabtu, 14 Maret 2015

ATH MSR-7

Dalam rangka menyambut ulang tahunnya yang ke 40 audio technica mengeluarkan salah satu seri headphonenya MSR-7
setelah lebih dari 100 jam proses burn in, TS akan coba memberikan sedikit review tentang salah satu headphone full ear dari audio technica ini.
Dari bentuk headphone ini lurang lebih mirip dengan sony mdr 1a, dibanding seri ath sebelumnya m50x, headphone ini memiliki material yang jauh lebih baik, perpaduan plastik dan alumuniun yang cukup lumayan di kelasnya.  Lapisan busa memory foam yang lumayan tebal sehingga telinga tidak langsung bersentuhan dengan driver, kabel yang diberikan adalah 3, satu 3m dan dua 1,2m (terdapat cabel untuk phone, ada mic di dalamnya)
Untuk suara, headphone ini ditujukan untuk all arround class, seperti m50x namun lebih detail dan warm, cocok untuk lagu akustik atau jazz, bass tidak terlalu tebal namun terasa punch nya, cocok juga untuk mendengarkan musik rock.
Anehnya ketika coba dipair dengan c3+e11k lagu2 mbak emi fujita terasa ada yang kurang, beda sekali ketika coba untuk mendengarkan lagu2 mbak susan wong, vokal terasa lebih maju dan instrumen terdengar jelas.
Overal headpone ini berkarakter sangat detail, sound stage lebih luas dengan bass yang tipis namun punch.  Namun source dari musik sangat menentukan output karena headphone ini bisa dikatakan semi monitor, letak karakter warm nya lah yang membedakannya dengan headpone monitor lainnya

Cmiiw
:)
audisi dengan laptop + DAC PCM 2704  & nano gen 3
kemasan tampak belakang
jodoh dengan DAP bright C3
pas dengan chase hippo
 

Selasa, 10 Maret 2015

Memasang sandsack

Banyak dari kita menyepelekan teknis, terlihat mudah namun pusing ketika terbentur kendala pada pengaplikasian, memasang sandsack salah satunya
Awalnya ketika timbul keinginan ingin memiliki sandsack TS tidak pernah terpikirkan rumitnya, namun setelah karung sandsack dibeli barulah TS bingung :p
Pertama2 karung tersebut harus diisi terlebih dahulu, pilihannya pasir atau kain perca.  Setelah dihitung beratnya akhirnya TS memutuskan memakai kain perca, dengan tinggi 150cm dan keliling 100cm berat total sandsack setelah diisi adalah sekitar 35kg, cukup berat untuk pemula.
Kedua, perlu dipikirkan dengan apa sandsack akan digantung, pilihannya adalah kawat baja, tambang besar atau rantai, dsini TS memutuskan menggunakan rantai dengan alasan kekuatan, rantai disesuaikan dengan ketinggian yang diinginkan.
Terakhir, adalah hal penting untuk menentukan posisi menggantungkan sandsack tsb, dsini TS memutuskan menggantung di balok belakang rumah.  TS menggunakan dinabolt di bor kebalok menggunakan bor beton untuk dudukan rantai nantinya.
Berikut penampakan sandsack setelah terpasang
dina bolt di bor ke dinding
menggunakan rantai untuk menggantung sandsack 30kg
 

Burn in cans

Yang dimaksud burn in pada cans adalah memaksimalkan suara yang keluar dari cans, dalam hal ini pada audio (cans : headphone, eraphone atau iem, bisa juga speaker)
Untuk cans menengah keatas biasanya diperlukan penyesuaian agar karakter asli dari cans tersebut keluar.  Untuk audio diperlukan waktu membran pada driver agar lentur dan dapat mengeluarkan warna suara maksimal.
Burn in dapat dilakukan secara alami atau kita rekayasa, untuk cara alami kita pakai saja cans tersebut seperti biasa sampai nanti tiba waktunya warna suara akan terdengar berbeda/maksimal.  Namun jika kita tidak sabar burn in dapat kita rekayasa dengan cara menggunakan cans tersebut terus menerus sampai warna suara yang kita harapkan keluar
Waktu ya  burn in bervariasi tergantung dari jenis cans itu sendiri, namun dikalangan forum audiophile umumnya burn in selesai dilakukan 100jam pemakaian.
Dalam thread ini TS akan menunjukkan cara burn in yang dilakukan pada cans ; TS menggunakan hp nokia lama yang sudah tidak digunakan guna dipasangkan pada cans, lagu yang diputar pun bervariasi beraneka ragam jenis aliran setting pada player dibuat repeat all agar terus menerus memutar lagu yang ada di playlist. Untuk mengatasi power battery yang akan habis TS mengkombinasikan charger dengan timer, di set sesuai kekuatan battery dan timer akan hidup sendiri.
Semoga burn in kali ini sukses juga seperti cans2 sebelumnya.
:)
menggunakan HP tak terpakai untuk burn in
 
timer - agar bisa ditinggal ke kantor & aktivitas
 

Kamis, 05 Maret 2015

Parkiran resmi stasiun

Di stasiun depok selain parkiran motor di perumahan warga, pihak comuter line juga memberikan parkiran resmi.  Untuk harga lebih mahal sedikit dari parkiran di rumah warga, namun memiliki benefit plus asuransi kehilangan.
Untuk tiket masuk dan keluar menggunakan kartu komuter atau semua kartu yang bekerjasama dengan komuterline.
Jika ingin parkir disini haruslah datang pagi, sebab jika siangan dikit (jam 8 keatas) hampir bisa dipastikan tidak akan mendapat tempat.
Keunggulan parkir dsini, selain mendapatkan asuransi, tidak ada pungutan lain selain dari pungutan resmi yang biasa terjadi di parkiran pemukiman warga, dengan kata lain tarif parkir yang dikenakan nett.
Dimanapun kalian parkir, pastikan parkir ditempat yang nyaman untuk kalian
:)
parkiran stasiun depok lama
 

Senin, 02 Maret 2015

Ukuran gloves dalam boxing

Timbul pertanyaan di benak TS ketika ingin membeli gloves untuk menemani sansack di belakang rumah
Ukuran apa yang kira-kira pas ditangan TS, agar tidak terjadi salah beli.
TS mencoba mencari tahu ke toko musik & alat olah raga MG disana terdapat berbagai macam ukuran gloves tinju, hanya saja buatan lokal tidak direkomendasikan karena kualitas yang kurang bagus
Tapi disana lah TS jadi tahu bahwa satuan ukur gloves tinju adalah OZ, setelah mencoba satu persatu TS cocok menggunakan ukuran 10, ini dikarenakan ukuran tangan TS yang kecil, paling kecil adalah ukuran 8, biasanya digunakan untuk anak-anak dan keatas selalu kelipatan angka 2.
TS memutuskan untuk membeli di kaskus dengan gloves merk kanzai buatan thailand, memang tidak sebagus merk twins or everlast, namun cukup memuaskan bersanding dengan sandsack di belakang rumah
:)
glove ukuran 10 Oz -kanza taiwan
 

Sabtu, 28 Februari 2015

Little aquarium

Awalnya TS berencana membuat set aqua scape di aquarium kecil, dengan harapan menhias ruang tamu
Mulailah mencoba dengan beberapa tanaman moss yang tidak memerlukan co tambahan untuk menumbuhkannya
Sebulan dua bulan berjalan lancar, namun lama kelamaan aquarium dipenuhi oleh alga, dasar TS males ngebersihin, akhirnya semua moss diangkat dan diganti dengan tanaman hias
Terpenting tujuan menghias ruang tamu pun terpenuhi sudah
:p
campur antara plastik & organik
 
mini aquarium - boyu 35 liter

 

Jumat, 20 Februari 2015

Mini 4wd a.k.a tamiya

Pertama kali booming di indonesia di akhir tahun 80an s/d 90an, tamiya digilai oleh tua dan muda, laki dan perempuan
Belakangan masih beberapa orang yang bertahan dengan hobby mainan kecil berskala 1:32 tersebut, TS salah satunya
Mainan ini masih sering dikompetisikan di beberapa daerah baik sloop (ketangkasan) maupun nascar (kecepatan).
Bagi penggilanya, hobby ini mempunyai keasyikan tersendiri, hanya mereka yang bisa merasakannya
Atau mungkin dari kalian masih ada yang mengoleksinya ?
:)
speed - sloop & kotaknya :p

Chassis Super 1, body astute, shaft dipasang

Chassis AR, body avante, shaft terpasang

Chassis super 1 (sloop) body astute, shaft ga dipasang, 

Raikiri, chassis MA, full bearing

Collection

Low voltage pada samsung p3100

Semalam TS ngalamin kejadian yang lumayan bikin dag dig dug ser

Tab samsung 7" p3100 tidak mau di charge, keadaan ini secara teknis disebut low voltage, dimana tegangan bateray berada di bawah tegangan minimum yang biasanya diakibatkan kita lupa charge sampai bateray benar2 habis

Setelah baca beberapa review akhirnya TS bisa melewati keadaan tersebut, berikut solusinya :

Pertama, dengan cara menyambungkan kabel data/power selama 5menit ke laptop/pc, hal ini dilakukan karena power dari laptop/pc diklaim paling stabil untuk men charge gadget, selain charger iphone/ipod tentunya :p

lalu, cabut kabel charge dari gadget, tunggu/diamkan sebentar, tahan tombol power selama 30 detik, lepas, colok kabel charge, tahan lagi tombol power selama 30 detik (posisi kabel charging), biarkan tab mengisi selama 10-15menit, cabut kabel, nyalakan tab, sampai posisi idle lalu kembali sambungkan kabel untuk melanjutkan proses charge sampai penuh

Selamat mencoba, semoga berhasil, jika tidak berhasil artinya bateray sudah drop & harus diganti baru
:)

Kamis, 19 Februari 2015

Futaba RC transmision

Transmision atau pemancar pada rc biasa disebut tx, sedangkan receiver pada  rc biasa disebut rx.
Kali ini TS akan coba mereview tx yang dipakai pada rc yang dimiliki TS
Baik car maupun heli TS mempercayakan  keduanya menggunakan tx dari futaba, walaupun termasuk seri entry level 4PL (car) & T6J (heli) merk futaba sudah terkenal akan kualitasnya, sangat kecil kehilangan sinyal atau bentrok sinyal dengan tx lain, selain itu merk ini juga terkenal dengan ergonomi yang nyaman di kendalikan untuk setiap type tx nya
Seperti review yang ada di dunia maya, kedua tx ini terasa nyaman digunakan, kompabilitas bateray 4XAA yang mudah ditemukan juga menjadi nilai plus untuk TS, selain itu untuk T6J bisa digunakan untuk flight simulator dengan menyambungkan ke dongle untuk futaba, untuk 4PL dapat digunakan untuk rc crawler karena sudah memiliki 4 channel dimana dapat menggerakan servo belakang pada rc crawler
Akhirnya semua dikembalikan kepada pemakai, menyesuaikan dengan budget dan kebutuhan
Futaba 4PL
 
Futaba 6J
 

MST FS - 01D

MST adalah salah satu produsen kit baru yang berasal dari thailad, fokus pada kit drift, debut awal mst langsung menelurkan beberapa kit mid-up, dengan kata lain tidak perlu penambahan berarti untuk dapat RTD (ready to drift)
TS memilih kit ini dikarenakan kit ini memiliki letak motor di depan (FMS), dimana letak motor/pendistribusian berat sangat berpengaruh untuk dapat melakukan manji yang baik (drift di lintasan putar panjang)
Paket kit datang sudah dalam keadaan dirakit utuh, hanya saja diperlukan upgrade pada axle depan diganti menjadi front one way agar drift lebih maksimal, sisanya TS membenamkan esc hobbywing 60A + motor LRP 8.5T, mempercayakan savox untuk servo, serta futaba pada rx nya. Tentunya ban wajib menggunakan type drift agar bisa melakukan drift, dsini TS menggunakan velg spice black offset 9 agar tidak mentok ke suspensi depan
Sekilas penampakan kit touring dan drift, pembedanya adalah distribusi pembagian berat pada letak motor dan sudut maks miring dari steer.
---------------------------------------------------------------------------
sedikit upgrade : ban dominic agar lebih licin,  steering almu agar sudut belok dapat maksimal 65°, grill pada motor untuk pelindung & spreading panas, almu axle rear lebih kokoh, dan spring belakang soft
MST FS-01D
RMS (kiri) - FMS (kanan)
 

Sakura S zero full hop-up

Salah satu varian touring yang dikeluarkan oleh 3 racing, sasarannya adalah kelas ekonomis
Dalam package pembelian terdiri dari satu set kit (tanpa body) dengan part yang belum dirakit dan hampir semuanya plastik, kecuali chasis berbahan graphite bukan carbon, mengacu design trf-417 tamiya, kit ini di amini cukup mumpuni untuk touring saat itu, dengan posiai motor ditengah (rms) diyakini memiliki kesimbangan untuk bermanufer touring, hop-up lengkap dijual terpisah
TS coba menyempurnakan dengan part2 hop-up keluaran 3 racing, dengan esc + motor speedpassion 140A-5,5T, receiver futaba, tapi lupa servonya apa yang pasti udah digital servo dan velg menggunakan khusus touring, hasilnya seperti yang terlihat pada penampakan
with 2 capasitor (di paralel - lupa brp ampere)
dengan velk touring

Rabu, 18 Februari 2015

Satria FU 150

Saat itu (2008) motor dengan harga berbanding performa yang paling efisien adalah type ini, dengan harga sekian tertanam di dalamnya mesin 150cc, 6 percepatan, DOHC, dengan suspensi monoshock, dan piranti rem cakram depan belakang, di kelas ini suzuki nyariz tanpa saingan saat itu
TS tertarik pada type ini justeru karena mesin yang dimilikinya, sesuai review, mesin ini pun diklaim mudah untuk dilakukan perubahan agar kemampuan aslinya keluar, karena type ini digadang adalah downgrade suzuki fxr150

Adapun beberapa perubahan sesuai rekomendasi forum yang TS terapkan, yg diclaim dapat meningkatkan performa secara signifikan :
- Karbu pe28, jarum jjh, nozle pwk
- coil suzuki rm80
- cdi imax super24 - brt
- Filter udara koso
- chop busi 0 ohm tdr
- busi iridium ngk
- kiprok brt
- exshaust cld carbon standard
- shock yss type Z
- custom legshield

abis mandi
Adapun perubahan diatas dilakukan karena mesin 150 DOHC terbilang sudah mumpuni, sehingga tanpa perlu sentuhan pisau bubut, pemasangan part diatas sudah cukup mendongkrak performa yang ada antara 20-30%
Perubahan dilakukan cukup dengan menambah input bahan bakar, memperbesar output pengeluaran dan memperbesar pengapian, kalaupun ada penggantian shock hal ini dilakukan untuk menambah kestabilan pada saat kendaraan tersebut bermanufer di jalan
Review :
Tenaga naik cukup signifikan, accelerasi terasa dijambak setan, mesin sanggup bergasing lbh dari 15000rpm namun TS hanya membatasi sampai 13000 saja, torsi meningkat tajam, lebih stabil ditikungan
Mohon maaf TS blm penah coba topspeed, yang pasti sanggup berlari 107km/j di gigi 3
Selama ini satu kekurangan yang dirasakan, mesin ini amat haus, menghabiskan 1 liter pertamax untuk kurang lebih 20km nya
waktu masih pake velk jari2

Selasa, 17 Februari 2015

Power amp music player on android

Pengguna android seringkali tidak puas dengan software music player bawaan dari gadgetnya, dan mulai mencari-cari software pihak ketiga yang bisa dijadikan alternatif
Pada forum audio lokal sering disebut "power amp" dan "jet audio", namun TS disini hanya akan membahas tentang power amp sesuai dengan pengalaman selama ini
Berdasarkan referensi salah satu artikel best music software on android TS memilih player ini, power amp adalah aplikasi berbayar, untungnya diberikan versi demonya untuk jangka waktu tertentu sehinga kita bisa trial apakah software tersebut sudah sesuai harapan kita atau belum

Review :
TS sangat puas terhadap aplikasi ini, output music yang dihasilkan mengalami perubahan yang cukup signifikan, hal ini dimungkinkan karena costumisasi yang dapat dilakukan oleh user pada menu ekualiser yang disediakan, untuk pengguna awam tentunya juga tidak perlu repot karena ada beberapa option warna suara yang dapat dipilih sesuai dengan jenis musik yang ingin kita dengarkan, selain itu aplikasi ini dapat memutar semua jenis format file musik yg TS punya diantarany ; mp3, mp3-320, flac, wav, ape, m4a (ipod)

Overall, Aplikasi ini di android + iem sudah dirasa cukup untuk bersanding dengan music2 all arround menemani keseharian TS

Sabtu, 14 Februari 2015

music player source

Gear bagus memerlukan souce yang bagus juga agar menghasilkan output dengan hasil yang maksimal
Kebanyakan dari kita hanya berkutat dan berkonsentrasi pada gear atau player dan lupa hal yang paling utama yaitu source musik baik berupa media digital, cd, kaset, piringan hitam dan sebagainya
Saat ini media kaset sudah tidak digunakan, umumnya media cd dan file digital berupa format mp3 lah yang sering  digunakan, namun kualitas dari kedua source tersebut biasanya kurang maksimal, namun jgn khawatir belakangan para produsen mulain memikirkan hal tsb seiring dengan tuntutan konsumen akan hal tsb
Di pasar sudah banyak ditemukan berbagai cd dengan format untuk audiophiler selain vinil yang tentunya berharga lumayan cukup mahal. cd tersebut masteringnya menggunakan teknologi 24bit/192khz yang cukup mumpuni saat ini.
Di sisi digitalpun ada beberapa format file yg bisa digunakan yang hasilnya lbh detail dari mp3 maupun mp3-320 yaitu format FLAC, APE, WAV (yg terakhir format lama)
Kita dpt melakukan ripping dr cd kualitas audiophiler ke format di atas untuk mendapatkan hasil yang maksimal
Apapun source yang kita gunakan, pastikan gunakan yang terbaik agar ouyput yang dikeluarkan player kita menjadi maksimal
:)