Kamis, 23 November 2017

Basic IE - 200




Nyonya mengeluh, iemnya kadang mati sebelah πŸ˜… sadiz itu diapain bisa begitu 😒.  Yoweslah namanya juga istri sendiri, udahlah tar tinggal recable lagi πŸ˜….

walhasil dipilihlah iem baru, kali ini yang biasa aja biar ga nyesel2 amat klo rusak.  Tapi tetep aja ga bisa asal2an karena pasti akan terasa ga enak ketika gab penurunan kualitas cukup jauh terjadi, karena kuping udah biasa denger iem yang lama πŸ˜….
Dipilihlah basic ie-200, karena menurut beberapa review iem ini cocok untuk bass head, cocok lah buat doi.

Secara fisik, bisa dibilang lumayan kecil, walau ndak kecil banget, bobot sangat ringan enak ketika dipakai.  Kabel yang dipakai adalah jenis detachable, disertakan juga satu kabel dengan mic untuk telepon dalam paket penjualannya, selain karet eartips dalam beberapa ukuran tentunya.

Untuk suara, suara yang dihasilkan sepadan dengan harganya, sesuai dengan review2 sebelumnya, bass lebih dominan punch terasa ringan tak terlalu berbobot sehingga kecil kemungkinan mengalami boomy, walau pada musik cepat tetep aja ketinggalanπŸ˜….  instrument terdengar maju, justeru vokal terdengar sedikit mundur ke belakang.  Nampaknya cocok untuk jenis musik EDM a.k.a ajeb2 😁.  untuk staging tidak luas, tapi juga tidak sempit, sama seperti iem pada umumnya.  Terasa agak hars disana-sini, tapi ini tampaknya karena belum selesai burn in saja.

Semoga yang ini awet 
😁😁😁

Rabu, 08 November 2017

Huawei B310s unlock + antena triband 22dbi

dikarenakan lokasi tempat tinggal TS termasuk daerah pinggiran dan bukan dalam lokasi komplek perumahan, atau bahasa gampangnya kampung πŸ˜…, maka TS agak kesulitan mengakses internet berkecepatan tinggi.  Sebab provider2 besar internet tidak menyasar kedaerah seperti tempat tinggal TS.  Tapi masih untung ada provider 4G yang sudah cukup kawakan yaitu BOLT yang mempunyai BTS tidak begitu jauh dari rumah TS, kurang lebih 2,5km jaraknya.  Sejurus terpasanglah akses internet unlimited dengan speed max 10Mbps.

sayangnya, modem yang diberikan pada paket yaitu aquila max cukup jelek untuk menangkap sinyal.  Oleh sebab itu TS berinisiatip mengganti dengan modem mifi Huawei B310s.

Unit ini sebenarnya copotan dari paket XL bundling, kebetulan unit yang di tangan TS adalah versi yang sudah di unlock sehingga bisa menjalankan provider BOLT.


Pada unit sebenarnya terdapat port untuk antena external, hanya saja bawannya tidak menyertakannya, sehingga TS berinisiatif untuk menambah antena sendiri.  Antena yang dipasang adalah sepasang antena triband tanpa merk dengan gain 22dbi.

Selain antena external, pada belakang unit, terdapat port untuk power (adaptor), lan serta telepon.  Untuk simcard pun dimasukkan dari samping belakang, dengan ukuran simcard yang paling besar (standard).

Seperti pada modem2 seri terbaru huawei lainnya, setting bisa dilakukan melalui apps yang bisa diinstal melalui android maupun ios.  Tapi jika ingin melakukan setting via komp bisa ke 192.168.8.1

TS seneng banget waktu tau modem ini bisa hidup tanpa perlu menekan tombol power, cukup colok adaptor ke listrik maka modem akan menyala.  Sehingga bisa dipadukan dengan timer listrik otomatis, dimana nantinya modem akan menyala dan mati sesuai waktu yang kita atur, hal ini akan membuat usia modem lebih awet.


Untuk kualitas sinyal ternyata device ini cukup bisa diandalkan.  Dalam keadaan antena external tak terpasangpun performanya cukup bisa diandalkan, berikut hasil speestest ketika tidak menggunakan antena external.

Dan berikut adalah hasil speedtest ketika menggunakan antena external.  Saat test berlangsung jarum tes seakan melewati angka sepuluh, hanya saja karena batas max speednya 10Mbps maka hasil max yang didapat seperti gambar dibawah ini πŸ˜…


Sekian review singkat kali ini dari TS, semoga bisa bermanfaat dalam mengambil keputusan pembelian

untuk unboxing bisa dilihat di : https://youtu.be/fsfPqSHrC1E

Senin, 06 November 2017

Aquila Max VS Huawei e5577 (unlock)


sebenernya, TS ud hampir setaun punya e5577, tapi berhubung ga punya pembanding susah ngasih patokan review.  Sampe tiga hari yang lalu, TS daftar paket big TV + bolt dimana untuk bolt user mendapatkan modem aquila + simcard bolt unlimited. Jreng tanganpun gatel pengen review πŸ˜…

aquila max
produk ini digadang buatan lokal, dimana katanya pembuatnya dulu adalah  pabrik TV akari.  Secara fisik modem portabel ini lumayan berat karena mengusung batere 3000mah.  layar pada body lumayan menampilkan informasi yang diperlukan, ukurannya relatif sama dengan yang lain, harga dipasaran saat ini sekitar 300rb an.
kemampuaan pas2an, itu klo ndak mau dibilang jelek πŸ˜….  dengan jarak ke bts bolt sekitar 2,5km modem ini hanya bisa maksimal dapet 1 bar sinyal, itupun jarang πŸ˜….  kalaupun ada kelebihannya cuma daya tahannya yang luar biasa, karena pada pemakaian biasa bisa sampai 10 jam. namun untuk streaming paling hanya bertahan 3jam an πŸ˜‚.

huawei e5577
modem portabel ini bisa dibilang cabe rawit.  Walau memiliki harga dikisaran lebih 2X dari aquila max, tapi keunggulan yang dimiliki banyak sekali.  Mulai dari sinyal yang bagus bisa sampai 2-3 bar di rumah TS, Fisik yang enteng, sudah unlock all operator, bisa di bypass batere tanpa perlu pakai dummy, ada port antena external, punya slot mini sd untuk simpah data, ada apps android untuk akses perangkat.
Kekurangannya buat TS cuma satu yaitu kapasitas batrenya yang kecil, paling lama sanggup bertahan 2 jam lebih streaming πŸ˜…

speedtest menggunakan kartu simpati


kalo orang jawa bilang, ono rego ono rupo.  Semua dikembalikan kepada kita masing2 akan memilih yang mana.  Semoga review ini banyak membantu
😁😁😁

Rabu, 11 Oktober 2017

everlast prime boxing gloves



Karena glove TS yang lama sudah usang (hayah bahasanya formil bet dah), atau yang biasa kita sebut sobek2, baik lapisan busa dalam, maupun beberapa jahitan di luar, maka diputuskanlah untuk ambil ganti dengan yang baru.  Kebetulan istri mau ngadoin untuk ulang tahun 😁
Karena merek yang banyak di pasaran Indonesia adalah everlast, yowes lah merek itu ajalah, sing penting ada gantinya.  Tadinya TS mau ambil model Protex 2, karena model ini kelihatannya lebih simpel dari model prime, namun karena ukuran 12 oz rata-rata tinggal warna putih, dan notabennya putih cepet kotor (padahal bagus), yowes terpaksa TS nyoba ambil seri prime.

Dari tampilan, sekilas bentuk seri prime ini lebih futuristik dari seri protex 2, ringan namun kokoh, okelah untuk tampilan sebuah gloves (apalagi klo sampe dapet warna hitam).  Ketika dipakai bagian dalam telapak tangan lebih semriwing (adem), ternyata karena lapisan dalamnya tipis dan berpori.  Lapisan luar tebal, sama tebalnya dengan glove umumnya, hanya saja seperti ada pelat (entah bahannya apa) yang mengganjal sehingga bagian luar jadi lebih kaku.  Busa (pad) juga cukup lumayan tebal terasa di bagian luar tangan (pelindung jari).

Ketika TS coba pakai, jujur TS belum terbiasa pakai glove yang model kaku seperti ini (efek dari pelat di dalamnya), ah nanti lama2 juga biasa πŸ˜….   Yang pasti glove model ini menurut TS cocok banget buat pemula yang pertama kali pakai glove, dimana kakunya ini bisa mencegah terkilir seperti yang TS pernah alami dulu πŸ˜‚
Selain itu mungkin juga cocok dipakai untuk muangthai, sebab selain kaku, bagian luar dari pelat di bungkus oleh lapisan busa yang lumayan tebal, cocok untuk menangkis tendangan atas.
Klo boleh jujur, sebenernya TS lebih suka yang model biasa aja sebab pergelangan tangan bisa bergerak bebas sesuai kebutuhan ndak seperti ini yang jadi kaku 😒

sekilas review dari saya, semoga bisa bantu untuk pengambilan keputusan memilih glove
CMIIW

:)


Rabu, 13 September 2017

MPOW MBH6 BLUETOOTH IEM



akhirnya bluedio Q5 harus mengakhiri masa baktinya, hal yang lumrah untuk sebuah iem produksi china memiliki umur yang relatif singkat (sekitar 2 tahun) suaranya jodoh untuk disandingkan dengan hape ketika joging atau tredmillan menggunakan pemutar musik online spotify.
untungnya udah sebulanan TS browsing2 iem bluetooth, dan sama seperti benda2 yang lain, sim salabim besoknya sudah ada ditangan berkat tokopedia πŸ˜…

kali ini pilihan TS jatuhkan kepada MPOW MBH6.  Pertanyaan yang muncul pertama kali kenapa ga sony, jabra atau plantronic ?!?  karena sehebat apapun kekuatan batre iem bluetooth pasti akan menemui ajalnya juga, sedangkan saat ini replacement batre untuk iem2 bluetooth di indonesia belum ada, so beli aja yang merk china lagi, cuma kali ini yang rada bagusan merknya πŸ˜…

alasan kenapa merk & type ini ?!? kebetulan setelah melakukan beberapa pencarian merk ini sudah terbukti kualitasnya (review), dan type ini adalah seri tertinggi untuk bluetooth di merk tersebut, karena sudah menggunakan teknologi bluetooth 4.1, support noise canceling & codec aptx 😱

dilihat dari tampilan fisik, TS ga nyangka finishingnya akan sebagus ini, karena seandainya dimerk in brwnd mahal pun ga ada orang yang akan curiga 😁
cara pakai seperti gambar terlampir di atas , dilingkarkan di belakang kepala.  
Terdapat satu tombol serbaguna serta dua tombol + dan - untuk adjust pada iem, sama seperti iem bluetooth umumnya

untuk suara, jujur TS sempet bengong sebentar begitu pertama kali denger suaranya, power yang dimiliki jauh lebih besar dari semua iem bluetooth yang pernah TS coba, sedikit diatas sony nws413.
coba dengerin rock, hars terasa di nada tinggi, tapi TS paham bgt hars ini bukan karakter suara asli melainkan karena blm selesai burn-in, ga mo terlalu maksa coba dengan jazz, astaga baru pertama kali denger suara model gini dari iem bluetooth 😱 vokal clear & center, detail cukup jelas terdengar, dan yang paling bikin pangling adalah separasi yang jelas antara instrumen juga vokal, sehingga soundstage terasa luas seperti nonton konser (tp bukan surround ya), untuk nada2 rendah bass terasa cukup dan punchy, ah ampe bingung mo nulis apa lagi πŸ˜…
yang pasti TS takjub 😍

so untuk yang baru mau beli iem bluetooth daripada bingung coba sana-sini langsung aja ambil type ini 😁

masih nunggu sampai burn-in selesai untuk review lebih akurat, tapi kali ini TS sepertinya akan burn sambil dipake aja, abis gini aja udh enak
πŸ˜›



Selasa, 05 September 2017

Huawei E5575 4G LTE



Dikarenakan sinyal bolt dikantor putus nyambung kaya judul salah satu goup alay di tanah air, TS memutuskan untuk ganti provider.  Namun karena modem bawaan bolt hanya bisa dipakai untuk kartu bolt saja, terpaksa kita mencari modem baru.

klak-klik toped nemu modem huawei model ini, dan simsalabim besoknya itu modem udah sampe di meja.

Dari segi fisik, bentuknya nggak banget, gede untuk ukuran modem.  Sebenernya sih modemnya kecil, relatif sama dengan modem-modem lainnya, yang gede itu docking chargernya, bentuk yang besar ini jadi sedikit bermasalah jika dicolokkan pada stop kontak paralel karena colokan disebelahnya jadi ndak bisa dipake, makan tempat banget dah pokoknya.
Tapi ternyata besarnya ini membawa faedah tersendiri, sebab TS pakai modem ini 6 hari, 24 jam siang malam tapi ndak pernah sekalipun overheat, bahkan ketika digunakan full load. mungkin karena peletakan komponen yang ga rapet sehingga banyak rongga udara di dalamnya.

Untuk koneksi, daya pancar wifi cukup lumayan, kira-kira 1,5X dari mifi bolt yang pernah TS pakai, untuk penerimaan TS belum bisa ukur, sebab diruangan ini terdapat pemancar dari provider yang kita pakai jadi ndak etis kalo disini TS komentar bagus atau tidaknya sinyal tangkapnya.
Yang pasti selama kita pakai, kita hanya matikan di hari sabtu siang dan dinyalakan kembali senin pagi (minta tolong OB), dan selama kita pakai belum pernah terkendala dengan koneksi sehingga ga perlu direset atau terjadi overheat pada modem mifi.

hasil speestest dengan indosat ooredo

selain menggunakan docking, bisa juga power di hubungkan dengan micro usb, jika batre dicopot bisa difungsikan sebagai pengganti docking.

Kesimpulan yang bisa diambil Point plus dari modem mifi ini adalah tidak perlu lagi membeli batre dummy karena tinggal colok ke docking, setelah bateray nya dicopot maka modem bisa terus-terusan menyala sepanjang hari dan malam.
kekurangannya selama ini baru ada pada bentuk yang besar sehingga makan tempat ketika dicolok ke sumber listrik

cmiiw
:)

Kamis, 24 Agustus 2017

Bluetooth Receiver PX BTR 1600



awalnya TS tertarik untuk upgrade bluetooth receiver logitec dengan yang baru karena dirasa ada yang kurang dengan soundnya.  Beberapa kali browsing tertarik dengan dua pilihan yaitu audio engine B1 & sony BM 10, untuk pilihan pertama ndak diambil karena harga yang relatif mahal, untuk kualitas memang bagus tapi sayang nanti amp & pre amp nya kebanting πŸ˜…, untuk pilihan kedua pun terpaksa ndak dipilih karena ternyata barang sudah discontinue, beberapa kali cari yang 2nd pun belum nemuin πŸ˜…

Coba browsing lagi di onlineshop merk yang banyak dipakai disini, ternyata nemu merk china px BTR 1600.  Semua review mengatakan bagus, gosipnya juga receiver ini berchip soundkan wolfson, chipsound legendaris yang dipakai jajaran ipod 1-5.5

Sejurus, benda tersebut sudah ditangan.  Sekilas penampakan fisik benda ini nampak jelas banget build china nya yang khas kurang dalam quality control, tampak lecet pada cetakan chasing disana-sini hingga tak nampak seperti barang baru.  Untuk ukuran dimensi nyaris sama dengan logitec seperti pada gambar terlampir, hanya saja tebalnya setengah dari logitec.  Hadir dengan adaptor 5 volt 500ma & colokan bundar, nampaknya bisa pakai adaptor handphone jika bawaannya rusak, namun konektornya harus pakai sama dengan bawaan

Masuk ke impresi, ternyata suara yang dihasilkan 11-13 dengan logitec, dimana PX memang memiliki suara lebih clear dikarenakan karakter suaranya yang sedikit lebih bright.  TS akan coba jelaskan sedikit dimana letak bright nya, vokal agak mundur (amat) sedikit, lebih tipis (langsing) dibanding logitec sehingga instrumen lebih terdengar jelas, bass responsif namun ndak setebal logitech, terdengar agak hars halus di nada tinggi, semoga ini hanya efek karena belum selesai burning.  Kesimpulan yang bisa diambil dari impresi PX BTR 1600 cocok untuk all around ini hanya saja lebih clear & bright bagi bass lover, namun untuk pemilik amp yang bisa di adjust (equalize) hal ini bukan hal yang krusial.

sekian riview dari TS, nanti jika ada perubahan signifikan setelah 100 jam burn in akan ditambahkan pada tulisan ini

😁😁😁

---------------------------------------------------------------------------
setelah pemakaian 3 minggu, output suara terdengar jauh lebih rapih, baik instrument maupun vokal, hars mulai hilang disana sini, namun karakter suara masih masa seperti yang digambarkan diatas

Minggu, 20 Agustus 2017

black decker string trimmer





Terkendala dengan rumput halaman depan-belakang yang tumbuh subur dimusim penghujan, dan badan tambun yang melelahkan jika harus terus2an jongkok motong rumput, TS akhirnya memutuskan mencari alat potong rumput elektrik.  Setelah mencoba browsing akhirnya diputuskan ambil merk black decker, selain garansi 1 tahun, sparepart pun lengkap dengan pusat service di LTC glodok.

Alat ini menggunakan daya sebesar 450 watt, dengan alat potong berupa senar yang bisa di refil jika sudah habis.
Metoda potong menggunakan senar ini menguntungkan, karena jika terkena benda keras seperti batu, besi dll maka alat potong tidak akan rusak, selain itu alat potong tidak perlu di maintenance (asah), karena jika senar sudah pendek maka bisa dipanjangkan lagi sampai lilitan habis dan harus diganti dengan refil yang banyak dijual di toko online

Yang pasti sekarang TS ga perlu repot2 jongkok lagi waktu motongin rumput
😁😁😁
✌️

Senin, 03 April 2017

xiaomi (huami) Amazfit

apes tak terduga, gelang vivofit TS jatuh ntah dimana ga ketemu, ah mungkin emang udah digariskan untuk ganti 😒
awalnya tertarik dengan samsung fit gear, dikarenakan memiliki bentuk yang relatif sama, tapi ndak jadi ambil karena cuma kuat nyala sehari, sehingga harus ngecas tiap hari, ah males jadinya padahal suka banget sama modelnya 😒
dan pilihan pun jatuh pada xiaomi amazfit.
dari bentuk, lebih cocok dikatakan jam daripada fit band, ya karena memang fungsi utama secara tampilan memang jam tangan 😁
fitur lumayan lengkap di kelasnya karena sudah mengusung gps, sekelas dengan fit gear seharga 2x nya,
sayangnya karena belum lama launching TS hanya mendapatkan versi china, karena versi internasional belum bisa masuk ke indonesia, walhasil masih menggunakan rom inject 1.2.8 namun sudah berbahasa inggris, dengan kekurangan ndak bisa update ota 😒
tapi gapapa, toh tujuan TS pake gear fit memang untuk memantau aktifitas fitnes or joging selepas proses recovery tangan pasang pen kemarin.
kita perlu download aplikasi amazfit di google play untuk sinc dengan gear, menu simpel & mudah dimengerti untuk setting seperti model tampilan jam, ukuran satuan sampai aplikasi apa saja yang ingin notifikasinya ditampilkan di gear,
namun untuk memantau olah raga maka kita perlu menginstall lagi aplikasi mifit, aplikasi ini nanti akan menarik data dari amazfit untuk dibuat rekapnya sehingga kita bisa menganalisa  dari mulai jumlah & jarak langkah/lari, berat badan/bmi, heart rate, kalori, sampai waktu tidur efektif,
yowes lah liat gambar saja biar ndak bingung ya,
oh iya untuk pemakaian normal (connect bluetooth hp) gear ini mamou hidup sampai 4 hari untuk di cas kembali, tapi jika gps hidup maka waktunya bis berkurang setengahnya,













overall seperti biasa, xiaomi selalu menelurkan barang2 di luar expetasi kita atau mungkin bisa dikatakan overspec, but untuk yang ndak buru2 TS menyarankan mending nunggu yang versi international supaya bisa update ota, karena banyak perubahan dan penambahan feature signifikan disana

---------------------------------------------------------------
penampakan setelah update apps pada mi fit :






Senin, 27 Maret 2017

EARTIPS FOAM

Salah satu jenis eartips yang ada di pasaran adalah berbahan FOAM atau biasa kita menyebutnya BUSA.  Keunggulan eartips ini dibanding dengan yang bebahan silicon seperti pada bawaan iem adalah lebih banyak menyerap suara bass, sehingga produksi bass yang dihasilkan jauh lebih besar dari yang berbahan silicon, pada beberapa IEM bahkan sanggup meningkatkan produksi bass lebih dari 30%.
Namun perlu diperhatikan untuk ukuran dari eartips ini karena untuk FOAM ada dua ukuran, yaitu ukuran dalam, yang berhubungan langsung dengan body IEM dan ukuran luar yang berhubungan langsung dengan telinga kita.

SO, jika IEM kita dianggap memiliki respons bass yang sedikit, ndak salah untuk mencoba eartips dari bahan FOAM ini :)




Xiaomi Metal Box Micro SD

Berhubung logitech X100 dirasa udah mentok suaranya segitu2 aja, maka kita bertiga memutuskan untuk upgrade speaker di ruangan kecil ini, level diatas sedikit dan harga yang ga beda jauh hanya terpaut dari setengah harga X100 maka kami memutuskan meminang speaker kecil ini, Xiaomi metal Box Micro SD.
Walhasil dengan beberapa jurus klak-klik dan berkat jasa abang2 gojek maka simsalabim tibalah mini speaker tersebut di hadapan kami hari ini juga.

Review singkat before burning 100 hours, karakter lebih dominan ke arah bass namun tidak boomy di volume tinggi, treble nya pun tidak bisa dikatakan jelek karena cukup jernih dan tidak menusuk, suara instrumen pun terdengar jelas dengan separasi yang lumayan, Vokal lumayan maju sehingga untuk lagu berakarker vokal seperti accoustic cocok banged, selain itu terdengar efek surround sepertinya ini cocok juga buat temen nonton pelem di leptop deh :p

Sambil nunggu selesai burning 100 jam, overall dengan harga segitu mini speaker ini sudah lumayan bisa dikatakan overspec
:)
---------------------------------------------------------------------------

setelah 100 jam burnin :
karakter suara lebih ke arah detail, cocok buat musik akustik, rada ga cocok untuk basshead karena memang driver bass kecil ndak sebesar onik harman kardon,  dipakai nonton juga enak karena efek surroundnya itu, tapi masih kalah power jika dibandingin sama mifa, bahkan mifa f1 jajaran paling bawah

cmiiw

Kamis, 09 Maret 2017

recable pada iem/earphone

TS pertama kali recable, adalah waktu mengalami rusak kabel pada iem ostry (gambar ke 2), jika orang lain melakukan recable untuk mendapatkan efek warna suara yang berbeda karena pergantian materi pada kabel dan timah solderan, berbeda dengan TS yang melakukan memang karena kabel lama iem sudah terlalu pendek jika dipotong lagi karena sudah 2x dipotong, walhasil kabel yang digunakan pun dipilih yang memiliki karakter hampir sama dengan bawaannya karena sudah merasa cocok dengan suara bawaannya.
untuk recable keduapun sama, dilakukan karena kabel mengalami kerusakan dan terpaksa harus diganti.
perbedaan pada kedua kabel ini adalah dari material kabel dan isolasi (bagian pembungkus kabel) dimana kabel ostry berbahan plastik laminating sehingga lebih keras dan susah untuk digulung.  Sedangkan pada VSD 3S memakai pelindung yang lebih elastis agar dapat digulung ditempatkan ke case iem.

Overall, jangan pernah berharap perubahan akan terjadi cukup signifikan pada pergantian material kabel ini walaupun memang ada sedikit perubahan pada proses recable ini, karena jenis driver lah yang akan menentukan warna suara dari suatu cans, CMIIW :)


Sabtu, 25 Februari 2017

automatis flow switch pada pompa/booster/pendorong

kali ini TS akan bahas sedikit tentang automatis on/off yang biasa diaplikasikan pada pompa air,

untuk kebanyakan pompa air yang beredar di Indonesia, automatis on/off nya berdasarkan tekanan air, mekanismenya adalah tekanan air yang tinggi akan membuat saklar memutus aliran sehingga mesin pompa akan mati, teknik ini baik2 saja diterapkan pada instalasi pipa yang masih bagus dan tidak mengalami kebocoran, namun pada instalasi tua hal ini tidak bisa diterapkan, karena tekanan air akan terus bekurang akibat kebocoran yang timbul karena umur pipa

oleh sebab itu biasanya automatis on/off berdasarkan aliran air biasanya lebih sering dipakai pada case2 seperti ini.  Pada pompa pendorong/booster biasanya alat ini sudah terpasang bawaan mesin, namun untuk pompa lainnya yang akan difungsikan sebagai booster harus membeli alat ini secara terpisah,
nah berhubung TS memakai pompa dangkal yang digunakan sebagai booster dengan alasan tekanan yang jauh lebih kuat, maka TS coba mengaplikasikan alat ini.

on/off alat ini berdasarkan aliran yang masuk ke dalam mesin (pemasangan alat di pipa masuk (in)), pada alat ini saklar on baru menyala ketika ada aliran yang lumayan besar melewati pipa, jika suatu saat terjadi kebocoran (walau kecil) pada instalasi pipa maka tidak akan memicu saklar on seperti yang terjadi pada automatis base on pressure,
pemasangannya cukup mudah, selain penempatannya berada di jalur air masuk (ukuran yg dipakai TS 3/4inc) kabel pada alat tinggal disambungkan ke kabel bekas automatis sebelumnya yg sdh tidak dipakai lagi, atau jika mesin sebelumnya tidak memakai alat automatis spt ini cukup sambungkan seri ke kabel power,
berikut penampakannya :

Senin, 23 Januari 2017

walkman sony nw-a35

setelah setahun menggunakan handheld (handphone)+ poweramp (apps), akhirnya kuping berasa kudu naek kelas karena rasanya sudah mulai jengah,
sempat sedikit bingung diantara 2 pilihan dengan budget yang relatif sama, ipod touch 16gb atau sony nw-a35,
pertimbangannya, jika pilih ipod selain digunakan untuk pemutar musik maka bisa dipakai juga untuk berseluncur di dunia maya, game dan lain2, sedangkan jika walkman sony maka cuma bisa dipakai untuk dengerin lagu aja,
walhasil maka diputuskan untuk ambil walkman sony dengan pertimbangan; chip sound yang lebih serius, hi-res sound dan expand memory external sampai dengan 200gb
-------------------------------------------------------------------
setelah burn-in 25jam :

warna suara berubah ndak terlalu banyak, seperti review di beberapa media, karakter suara memang warm, bass jauh lebih berbobot ketimbang menggunakan beberapa handheld (termasuk merk sony) bahkan dengan tunning bass maksimal,

untuk detail jelas lebih karena walkman memang dikhususkan sebagai pemutar musik (hi-res), sempet kaget ada beberapa suara yang terdengar yang tak pernah terdengar sebelumnya ketika menggunakan handheld, untuk separasi tidak terasa perubahan signifikan jika dibanding pemutar musik yang berkarakter bright seperti colorfly c3, namun untuk penggunaan file hi-res seperti dsd karakter suara terasa berbeda jauh, lebih detail walau warna karakternya tak jauh dari warm,

dsini TS hanya mencoba file dsd bawaan dari player, hasilnya lumayan detail (maap blm koleksi dsd :p), karena selama ini baru sampai tahap flac & wav maka TS pun melakukan tes seadanya aja, subhanallah sierra sutedjo, sandy sandoro, sting, ari lasso, bon jovi dkk kedengeran waw suaranya :v
pengguna entry level atau fanboy ipod dijamin suka karakter2 warna suara seperti ini

untuk koneksi bluetooth berhasil tersambung dengan earphone abal2 seperti bluedio, tapi anehnya ndak bisa conect dengan jabra sport :(
---------------------------------------------------------------------------
setelah lebih dari 100 jam :
suara yang keluar jauh lebih detail dari pertama kali unboxing, bass tetap namun detail2 nada tinggi mulai keluar, karakter tetap warm dan bukan ke arah bright

tips :
pada memory external terlebih dahulu dibuat folder "music" baru folder lagu di drag disana agar player bisa mengenali



Jumat, 06 Januari 2017

pen tulang

pertama kali dalam sejarah TS mengalami patah tulang, dan pertama kali juga melakukan pasang pen, sedih 
bermula kecelakaan ketika bermain inline, saat itu TS memutuskan untuk dibawa ke tempat urut legendaris "haji naim", setelah dua kali datang, TS coba melakukan review dengan melakukan rontgen, dan hasilnya mengejutkan karena bentuk tulang patah tdk tersambung lurus
sejurus TS ke dokter bedah tulang untuk meminta 2nd opinion, dan akhirnya diputuskan untuk operasi
untuk yang mengalami patah tulang sejenis, TS sangat merekomendasi dilakukan sambung pen, apalagi jika korban adalah orang yang "petakilan" secara tulang yang tak tersambung baik kedepan akan sangat rawan patah kembali jika tak tersambung sempurna, selaim itu jika menggunakan pen, recovery akan semakin cepat, terbukti satu minggi TS sudah bisa mengetik laptop bekerja di kantor


lynx terminator

kangen jaman esempe,
dulu pertama kalinya di indonesia booming inline skate, pernah punya merk california pro tapi males nyari di gudang dirumah nyokap
ud bbrapa tahun yang lalu kepengen tapi baru kesampean tahun ini, search di toped, sebenernya sih pengen merk seba tapi berhubung cuma bakal maen biasa bukan pro akhirnya ambil yang made in china dengan merk lynx
seri terminator ini model yang memiliki bearing jenis 9p, paling lumayan di banding model lainnya, untuk ukran boots 40 keatas konfigurasi diameter ban 80-78-78-80,
ketika dipakai, model dan bahan boots nyaris sama kualitasnya seperti merk2 pro, hanya saja entah kenapa produk china selalu modelnya bercorak "norak", sehingga TS memutuskan untuk menghilangkan stikernya
ketika dipakai, frame almunium cukup kokoh menopang TS yang lumayan "babon", ban empuk & terpenting bearing lancar jaya memutar ban karet sehingga gesekan lumayan terminimalisir
overall, sangat lumayan untuk entry level yang ingin sekedar santai atau bahkan melakukan slalom

Kamis, 10 November 2016

Vsonic VSD3S

iem ini sempet jadi tren di tahun 2014-2015, seperti biasa vsonic suka sekali menelurkan produk2 yang kualitas jauh berada di atas harga, dan yang mbuat iem ini digandrungi adalah kabel nya sudah menggunakan sistem detachable dimana kita mudah jika ingin melakukan recabling,
TS tertarik karena kebetulan ada yang jual 2nd di group kerehore, sim salabim dalam 3 hari iem pun sudah ditangan
review :
acuan TS dalam meriview adalah iem yang selama ini rutin dipakai ostry kc06a dan pernah merasakan vsonic gr02be, musik yang rutin didengarkan adalah punk, ska, hardcore
untuk bass lumayan berbobot untuk ukuran single driver, vokal agak mundur sedikit kebelakang, dan seperti biasa vsonic selalu mempunyai staging yang luas yang membuat kita berasa sedang mendengar konser, respons bass agak sedikit tertinggal dibanding ostry kc06a hanya saja untuk kuantitas menang iem ini ✌
cocok banget dipakai untuk penikmat musik all around, walau agak kurang jika disandingkan dengan punk atau musik rock yang menggunakan double pedal pada drumnya
kesimpulannya iem ini luar biasa di price list yang ditawarkan, sangat rekomended untuk entry - mid level dengan budget dibawah 1jt

Kamis, 27 Oktober 2016

MAHA POWEREX MH-C9000

sudah sejak lama TS pengen banget punya charger battery (batre) seperti ini, akhirnya kesampean juga dikadoin sama istri, sungguh istri yang soleha :p
TS tertarik dengan charger ini karena selain bisa charge & discharge, alat ini bisa melakukan analisa dan merefresh batre chargeran, dengan menganalisa kita tau diangka berapa mAh batre charger kita saat ini, yang notabennya nilai mAh suatu batre chargeran akan turun seiring dengan waktu dan pemakaian.
Dan yang utama, dengan merefresh batre kita dapat memaksimalkan & memperpanjang umur pemakaian batre itu sendiri, karena dengan merefreshnya maka akan membantu menghilangkan memory efek yang tertinggal pada batre saat kita melakukan pengecasan dengan cara yang salah

pada device ini batre yang dipakai hanya bisa dari jenis NimH dan NiCd, ukuranpun hanya AA & AAA

Beberapa mode pada device yaitu ; charge, refresh analyze, break-in, discharge & cycle yang dapat digunakan sesuai kebutuhan.  Maksimal charge yang bisa dilakukan adalah 20A dan discharge 0.1A

Minggu, 07 Agustus 2016

SINUSITIS

TS sedari kecil sudah mengidap alergi dingin, so ud ngalamin duluan yang namanya sinus sebelum orang lain banyak mengeluh sekarang. 
Alergi dingin, disaat anak2 kecil lain bisa makan es krim TS cuma bisa pelampiasan makan bakso, sampai sekarang πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ disaat anak2 lain rutin renang sebulan sekali dari sekolahan, TS cuma bayar iuran dan mengerjakan tugas pengganti nilai, bahkan sampai saat ini TS masih sering flu jika kehujanan, but itulah hidup, nikmati saja 😁😁😁

Bolak balik spesialist THT ud jadi kerjaan rutin saat itu, operasi mungkin salah satu cara umum selain alternatif seperti gurah, tapi obat sejati penyakit ini cuma satu yaitu olahraga
Udara yang keluar masuk sacara kontinyu melancarkan saluran pernafasan, selain itu tubuh panas membuat metabolisme & daya tahan tubuh menjadi meningkat

TS jadi ingat, sewaktu sd dulu setiap pagi sehabis subuh rutin melakukan joging ditempat selama 15 menit sampai keluar keringat, sampai smp sudah mulai berani joging keluar rumah keliling komplek
TS masih ingat teman2 banyak yang mengejek ngapain keluar pagi2 joging sendirian ? sudahlah toh mereka ndak tau rasanya bolak balik ke dokter spesialis minimal sebulan sekali, belum lagi biaya yang harus dikeluarkan ortu
TS juga sempat rutin joging dirumah diatas tredmill listrik, sampai suatu saat bosan terus2an melihat tembok dan pergi ke gym yang menyediakan tredmill seminggu 3x, selain itu karena disana juga ada alat2 lain penunjang olah raga, ya disaat orang2 pergi ke gym karena kekinian TS terpaksa melakoninya karena kewajiban 😒😒😒 dan tentunya sesekali TS masih suka lari pagi jika waktu senggang

maap jadi curhat,
so kapan kita mau mulai olah raga ???
😁😁😁

Minggu, 31 Juli 2016

Nasi goreng besek hajatan

Seringkali kita membuang nasi ketika mendapat besek hajatan dari tetangga, mungkin sebagian besar dari kita ga suka dengan nasi yang agak sedikit keras karena beras yang digunakan adalah pera (atau apapun lah bahasanya)
Sering buah kerupuk dan lauknya yang kita ambil untuk dimakan.  Padahal tanpa kita sadari di luar sana tapi masih di Indonesia banyak orang yang kurang beruntung ga bisa makan nasi seperti kita.  Berikut TS punya sedikit solusi bagaimana memanfaatkan nasi tersebut.

Nasi goreng, yah nasi yang seperti inilah (agak keras) yang biasanya digunakan untuk membuat nasi goreng oleh tukang nasi goreng.
Pertama2 pisahkan sayurnya, karena makan sayur dan nasi goreng sepertinya kurang cocok, lalu potong2 lauk yang ada spt ayam/daging dan telur, jika ada sambal seperti sambal ati, sambal balado dan jenis lainnya kita bisa campurkan sebagai bumbu ke nasi goreng, dan mulailah memasak.
Nyalakan kompor, masukan nasi dan sambal atau bumbu balado dari besek tersebut, setelah rata masukkan lauk2 yang telah dipotong2, setelah teraduk maka cicipi nasi tsb dan tambahkan bumbu sesuau selera (garam/kecap asin/minyak ikan atau masako) aduk terus hingga matang dan merata.
setelah selesai hidangkan di piring beserta kerupuk dari besek, jangan lupa tambahkan tomat, selada dan bawang goreng jika ada untuk pemanis dan penggugah rasa

---------------------------------------------------------------------------

Hal ini juga sama seperti nasi2 lainny, baik nasi uduk maupun nasi kuning, berikut terlampir juga gambar pengalaman TS dengan nasi kuning, but karena nasi kuning & uduk biasanya sudah memiliki rasa kita hanya perlu menambahkan bumbu sesuai selera kita sampai pas, jika dirasa sudah pas cukup tambahkan air saja ketika menggongseng agar nasi tidak terlalu keras

selamat mencoba