Jumat, 24 Agustus 2018

setang fatbar pada satria FU




Untuk postur tubuh dengan tinggi lebih dari 160cm menaiki satria fu dengan setang bawaan dalam durasi lumayan lama cukup bikin tangan pegel, belom lagi kalo boncengan, pas ngerem beban boncengger terasa di tangan.  Walhasil TS memutuskan untuk mengganti dengan setang model biasa.

search beberapa referensi baik artikel maupun youtube, kebanyakan raiser (pegangan setang) yang digunakan adalah kaki ganda, sedangkan lubang di segitiga atas fu hanya ada satu, walhasil satu kaki menggantung, beberapa review mengklaim konstruksi tersebut kuat walau satu kaki menggantung, tapi entah mengapa TS kok ngerasa tampilan jadi aneh bin janggal aja 😅



setelah mencari referensi beberapa raiser berkaki tunggal, akhirnya didapatkan dua jenis raiser yang bisa dipakai.  pertama bisa menggunakan raiser bawaan klx 150, kedua membeli raiser after market berkaki tunggal seperti yang TS gunakan.
keduanya tetap ga bisa PNP, karena baut bawaan dari raiser berukuran L10.  sedangkan bolongan pada segitiga atas fu hanya cocok untuk baut L8, kita perlu mengganti baut bawaan dengan ukuran L8 dengan minimal panjang 5cm, tentunya dengan tambahan ring di kepala baut, karena ukuran baut lebih kecil, mencegah agar tidak oblak.

pertama yang harus dikerjakan adalah melepas semua instrumen  di stang bawaan, seperti kopling, handle gas, panel lampu dll.
lalu dilanjutkan dengan melepas setang.  sebelum memasang raiser garpu perlu diadjust panjang shock depan, sedikit diturunkan sampai tidak mentok dengan setang yang akan dipasang, setelah ok baru proses pemasangan raiser & setang dilakukan.  tentunya diukur terlebih dahulu dengan posisi riding yang nyaman sebelum raiser dikencangkan.
raiser & setang yang dipakai TS kebetulan adalah tipe fatbar, perlu sedikit pemotongan 2,5cm dikedua ujungnya menggunakan gerinda agar tidak terlalu panjang.

setelah setang terpasang kokoh tibalah dibagian yang paling ribet. hooh pemasangan instrumen setang yang tadi kita pretelin satu persatu.  hal ini jadi ribet karena panjang kabel fu terbatas, sementara karena ganti setang, kabel banyak yang ga nyampe ke dudukan barunya 😂😂😂, walhasil mau ga mau kita kudu buka batok lampu, copot semua jack & runut kabel satu persatu supaya kabel bisa punya space rada panjangan & instrumen bisa terpasang manis di setang 😁  siapin aja banyak selotip listrik & kabel ties biar jadi rapih penempatan kabel2nya 👍

setelah urusan kabel beres, jangan lupa pasang batok & body kembali, awas ada baut yang ketinggalan dipasang 😅




Jumat, 27 Juli 2018

Keihin PWK 28 @Satria FU 2008




Bosen karbu lamanya (pe28 thailand) susah langsam,   Akhirnya TS memutuskan untuk coba ganti pakai karbu bawaan kawasaki 85 (trail) yang sudah ga awam lagi di dunia motor 4 tak yaiu keihin PWK 28.

Karbu lama sebenernya sudah ganti noozle & jarum pake punya PWK 28 juga tapi karena pe28 itu sendiri asalnya bukan untuk motor 4 tak, makanya rada susah nemuin settingnya.

ketika pergantian, kabel gas tidak perlu diganti, karena ternyata panjangnya pas dengan pe28, karena ukurannya sama, pilot & mainjet tinggal mindahin aja dari pe28, yaitu ukuran 38pj dan 115mj.  Tapi ternyata pas dicoba ternyata pj nya masih kurang basah, sehingga harus naik ke ukuran 40.  mungkin karena FU TS sudah pakai filter kertas koso bukan bawaannya.

ketika sudah langsam motor pun dicoba.  rpm bisa langsam di putaran bawah 1000-1500, ga kaya pas pake pe28 yang untuk langsam harus diatas itu.  ketika lari diputaran bawah pun galak, ga ada gejala kosong/hilang seperti ketika pakai pe28.  putaran atas relatif sama dengan pe28, tapi TS belum sempat nyoba secara maksimal.  mungkin di lain waktu ada kesempatan untuk tes larinya lagi 😅

btw karena memang dirancang untuk motor trail, karbu ini ga bersahabat untuk putaran bawah, alias brebet kalo diajak pelan, sehingga ga cocok untuk rute yang banyak stop & go nya dan lebih cocok jika dipakai untuk perjalanan jauh.

---------------------------------------------------------------------------------------
setelah dicoba beberapa kali, ga tiap hari ya maklum bukan motor untuk harian, terasa perbedaan yang cukup signifikan dibanding ketika menggunakan pe28 thailand, kebetulan pe28 sebelumnya sudah sedikit di adjust sedikit, jarum karbu menggunakan tipe JJH kepunyaan PWL dan noozle serta mainjetnya pakai kepunyaan PWK.

Ketika menggunakan PWK rmp bisa langsam idle di angka 1000-1300, beda dengan waktu pe yang naik turun 1500-3000.  tenaga menggunakan pwk rata dan terasa padat dari rpm bawah sampai atas, tapi ga segalak ketika menggunakan pe 28 thailand sebelumnya.  Apa mungkin efek jarum JJH nya yang bikin tenaga di pe 28 jadi galak ?!?

TS akan coba cari tahu lagi...


---------------------------------------------------------------------------------------

penasaran dengan performa pwk yang jauh dari pe custom, akhirnya needle bawaan pe lama (jjh) dipindahkan ke pwk (needle NAPE),
akselerasi jadi naek, tapi tetep ga segalak pe custom 🤔🤔🤔

Rabu, 11 Juli 2018

adidas response ST




Karena penasaran dengan teknologi "boost" nya adidas, akhirnya TS memutuskan untuk mencoba salah satu lini boost tersebut, Response ST.

Menurut beberapa literatur, partikel boost yang ditanamkan adidas pada midsole nya diklaim bisa mengembalikan/memantulkan energi lumayan besar, mereka mengharapkan para user yang menggunakan produk mereka lebih optimal dalam menggunakan tenaga yang dipakai.

Teknologi ini merupakan pengembangan dari teknologi foam yang pertama kali dipakai merk crock, yang sebelumnya dikembangkan lewat brand "cloud foam" & "bounce" oleh adidas.

mungkin jika diibaratkan, jika cloud foam itu kasur busa, maka boost itu kasur latex, sama2 empuk namun boost lebih nyaman, sehingga cocok banget untuk yang suka lari jarak jauh seperti maraton.

oh iya, response ST diperuntukan untuk kaki low arc, ceper kalo kata bahasa orang sini 😅

overall, boost layak dan rekomendedlah untuk digunakan para runner, terutama  jarak jauh, karena selain bobotnya yang lebih enteng, sol ini juga membuat pemakai lebih nyaman ketika menggunakannya

cmiiw

Selasa, 10 Juli 2018

AE 86, miniauto, 1:28






Beberapa hari lalu, TS liat diecast ini berseliweran di timeline sosmed, sedang hapening nampaknya 😁
kebetulan, dari dulu pengen punya satu, mo beli yang autoart tapi kok gitu banget harganya 😅
yowes, setelah baca beberapa riview dan liat postingan di youtube akhirnya TS mutusin ambil satu di toped.

build diecast ini sama seperti lainnya dari logam, tapi materialnya jauh lebih baik dari merk RMZ, 11-12 sama hotwheel lah.  untuk ukuran harga segini, bisa dibilang detailnya lumayan bagus & rapih.  karena diperuntukkan sebagai mainan anak dan bukan khusus kolektor, ada lampu yang bisa nyala kalo bagasi/pintu dibuka & jika ditarik kebelakang maka ban depan dbelakang akan berputar kedepan (pegas seperti choro-Q) 😅

Alhamdulillah lah ga kudu beli autoart yang harganya bisa 16x nya
😂😂😂

Rabu, 20 Juni 2018

Adidas Rockadia Trail



Karena TS udah mutusin mau rutin lari lagi, maka dicarilah sepatu lari.  Sebelumnya nyoba beli New Balance Arishi, setelah dicoba dua kali entah kenapa rasanya kurang pas.  Beberapa kali ke toko adidas & nyoba akhirnya TS mutusin nyoba beli model ini. 

Rockadia trail, sebenernya model ini bukan untuk lari di jalan mulus (road), melainkan untuk lari lintas alam, namun karena pas di coba pakai kok rasanya pas & nyaman akhirnya TS memutuskan untuk mengambil tipe ini.  Sepatu ini diperuntukan untuk kaki normal, walaupun teknologinya masih cloud foam dan belum boost namun sudah cukup nyaman ketika dikenakan.

TS coba untuk lari road, keliling stadion pakansari cibinong.  Ternyata tipe ini enak dipakai walau untuk jalan aspal (road), kaki rasanya nyaman banget, walau banyak gerigi di sol bawah namun ga terasa mengganjal & enak aja dipake lari di aspal.
Kemaren coba lari di kebun binatang ragunan pun enak2 aja, disana medannya rata2 dari conblock, rumput & tanah.  Lapisan gerigi terasa banget fungsinya disini, cengkraman terasa lebih nge-grip.

Walau bukan masuk le golongan sepatu trial pro, namun tipe ini enak banget dan nyaman dipake baik untuk road ataupun trial.  Rekomended untuk pemula seperti TS

😁

Senin, 21 Mei 2018

xiaomi mi sport bluetooth earphone/iem



Kali ini TS akan coba ripiew gear yang sebenernya udah bisa dikatakan jadul, salah satu lini bluetooth devicenya xiaomi, mereka menamakannya "mi sport bkuetooth earphone".

Datang dengan kemasan sederhana, namun sudah tak terlihat "kampungan" dengan kerdus cokelat seperti biasa.  Secara fisik iem ini bisa dibilang lumayan besar ukurannya, namun TS ga nyangka buildnya ternyata bagus, di body iem di lindingi semacam lapisan karet tipis, seakan2 pengen bilang "ini anti aer lho", ga anti2 banget sih cuma IPX5 klo ga salah 😁.
Satu tombol utama (on, off, pairing), tombol + (up volume & next) serta tombol - (down volume & prev), kabel penghubung terasa tipis dan ringkih, kawat yang berfungsi mengaitkan di telinga jika dipakai lama terasa kurang nyaman, agak sakit di kuping.

Garis besar suaranya "BRIGHT".
lumayan balance, tapi perlu effort sedikit dengan settng EQ yang pas.  
Lumayan detail walau ndak sedetail iem2 bersertifikasi "Hi ress", namun banyak instrumen yang TS dengar yang di iem sebelumnya "vivan" tidak terdengar.  bass seadanya dan baru terasa pas jika dilakukan setting eq itu tadi 😅.  sound stage biasa, ga luas ga sempit juga. vokal ditengah (pas buat TS), instrumen agak maju seperti kebanyakan iem berakarter bright.
overall terasa pas buat TS, karena suara dobel pedal ga terdengar ketinggalan satu dengan lainnya.  setelah setting eq di spotify, beberapa lagu cepat khas NOFX, bahkan lagu melow model all out love - power supply atau what a wonderful world nya louis armstrong udah lumayan enak terdengar di settingan "rock".


karena memang digunakanTS untuk harian seperti joging & perjalanan di kereta iem ini udah lumayan mumpuni dari segi suara, namun sangat tidak direkomendasikan dipakai untuk para basshead.  Kait kawat yang kurang nyaman pun bisa jadi pertimbangan jika dirasa butuh kenyamanan pemakaian jangka panjang.

CMIIW

---------------------------------------------------------------------------
tambahan ni ges,
sebaiknya untuk membawa iem ini dimasukan dalam case jika ingin ditaruh di tas, sebab tombolnya sangat sensitif, belum lama iem TS rusak & harus service ke xiaomi, akhirnya sekarang setiap bawa pake case bekas servo 😅

Sabtu, 14 April 2018

XIAOMI mi4C VS mi6




sebelum nya TS memakai hape mi4C, serie mi4 yang berbudget paling minim namun sudah menggunakan chipset snapdragon serie 800, yaitu snapdragon 808.  Namun karena "kesalahan teknis" hingga akhirnya mi6 sekarang ada ditangan.
Harusnya TS ga ganti hape, wong ternyata mi4C gapapa cuma batrenya aja yang drop, begitu ganti langsung tokcer 😅

Bila dibandingkan, kakak-adik yang lompat satu generasi (mi5) ini secara clock jelas jauh berbeda, yang satu hanya menggunakan prosessor snapgragon berinti 6 dengan maks clock di 1,8ghz, sedangkan mi6 sudah menggunakan prossesor snapdragon berinti 8 dengan clock maks 2,45ghz.
Namun secara performa (selain speed) justeru TS mengalami banyak kejanggalan, dimana mi4C justeru unggul di output suara (jack 3.5) dibanding saudaranya mi6 (menggunakan converter type-c to 3.5), mi6 nggak banget menurut TS, selain powernya kurang, detail juga ga dapet, bahkan sudah dicoba menggunakan DAC external (PCM 2704) tetap ga sebagus mi4C menggunakan DAC yang sama. Untuk pairing bluetooth dengan speaker maupun iem/earphone keduanya tak terasa perbedaan berarti.
Selain itu kamera pun masih lebih responsif dan terang mi4C, mereka berdua menggunakan jumlah megapixel yang sama yaitu 12MP, hanya saja pada mi6 menggunakan dual kamera di belakang sehingga gambar "sedikit" lebih detail.  Namun untuk sensifitas cahaya masih lebih detail mi4C.

Kalaupun ada yang lebih unggul selain kecepatan (terutama game) dari mi6 adalah power consumtion, mi6 jauh lebih irit baterry dibanding mi4C, hal ini sesuai penjelasan dari pihak snapdragon, bahwa pada chipset serie 835 konsumsi power lebih kecil karena ukuran prosessor yang juga ikut menyusut.

Yang jelas, sampai tulisan ini dibuat, TS masih respect sama mi4C, dimana di usia yang sudah lebih dari 2 tahun, dia masih tetap powerfull untuk kebutuhan harian, kebetulan TS ndak suka main game, karena dengan sisa ruang penyimpanan yang minim sudah hampir bisa dipastikan banyak game yang akan lag jika dimainkan.

cmiiw

*untuk spek liat di gsm arena ya, disana lebih lengkap 😁

Senin, 09 April 2018

Radius HP NHR21





sebenernya ga pengen2 banget ganti iem, abis gimana, punya 3 semuanya rusak dipakein bini, ga tau gimana caranya bisa jadi gitu, kalo ga terpaksa2 amat males ganti iem, ud cocok sama ostry kc-06a

dari taun lalu sih naksir sama duoza nya audio zero, tapi karena tu barang udah ga masuk sini lagi jadi susah nyarinya, ada jasa titip jepang yang jual rada miring beda 200rb-an tapi orgnya juga lagi nunggu yang mo jalan kesananya.

berhubung kuping ud ga enak bgt denger iem ga balance akhirnya terpaksa ganti juga.  Diputuskannya ambil merk & type ini sebenernya juga terbilang asal2an, ga pake audisi or setidaknya ngobrol sama yang jual kaya ostry kemaren.  Cuma berdasarkan review youtube & beberapa tulisan  orang, bener2 gambling 😅

sekejap pun iem ditangan,
dan ternyata warna suaranya ga seperti diharapkan, walau warna ini pasti disukai banyak orang, warm, bass tebel & ga boomy walau dengan single driver.  Sesuai tulisan yang ada di kerdus "hi-ress", suara lumayan detail, apalagi klo digabungin sama player hi-res juga.  Trebel lumayan jelas walau ga tajem banget, vokal rada mundur dikit, staging ga begitu luas, detail dapet banget, buat dengerin accoustic or instrumental pas banget, mirip kaya di dalem studio rekaman.
Coba dengerin OST guardian galaxy yang pertama, luar biasa, berasa ga mo dilepas ini iem.  Bass walau sedikit berlebih tapi masih nyaman.

tapi sayang...
musik yang sering TS dengerin kan bukan model gitu 😅  seperti kita tau, bass yang berlimpah ga cocok untuk musik2 bertempo cepat, keteter ngejar dobel pedal, padahal setting aqualizer ud diset ke rock, sepertinya harus setting manual diturunin lagi porsi bass nya.
overall, iem ini sebenernya cocok untuk all arround, cuma karena peminat warna musik warm & bass banyak makanya mereka maen ke arah sana, konon beberapa type seperti nhr 11, dan 31 mirip2 warnanya.  Tapi ndak perlu sedih karena sudah hi-res suara yang dihasilkan tetap mumpuni & nyaman digunakan TS kok 😉

cmiiw

Selasa, 13 Februari 2018

SKMEI 1251


Kenapa judulnya SKMEI 1251 ? Karena memang merek jam ini SKMEI dan model/typenya 1251.

SKMEI adalah pabrikan jam asal china yang belakangan sukses diterima di Indonesia, apalagi kalau bukan karena harga yang bersahabat dan modelnya yang tidak ketinggalan jaman.
Untuk beberapa model SKMEI memiliki model yang pada tampilan mukanya tidak menuliskan merek SKMEI itu sendiri (seperti contoh diatas), sehingga nggak malu2in jika kita memakainya 😅

fungsi lain selain jam sama seperti standard jam digital lainnya; alarm, stopwatch, timer, fungsi jam kedua dan lampu backlight.  Tampilannya sedikit beda dengan jam umumnya, dimana latar belakang justeru berwarna hitam dan dan angka jam berwarna putih.

untuk bahan talinya ndak seperti jam biasanya yang nyaman, sedikit keras dan ga nyaman jika dipakai cukup lama.
Overall dengan harga dibawah 100rb jam ini sudah bisa digunakan untuk berenang, karena anti air sampai 5atm

cmiiw

Kamis, 01 Februari 2018

BLENDER

sebagai seorang yang hobby ngutek di dapur, mo review sedikit ah tentang "gear" yang selama ini sering dipake untuk prakarya .
Ketiga alat ini memiliki fungsi yang sama, yaitu menghaluskan atau melumatkan serta mencampur, baik makanan, bahan makanan atau bumbu.  Dan kita familiar menyebutnya dengan nama blender 


Sharp Blaster Blender
kita bisa menggolongkan gear ini kedalam kelompok mini blender, fungsinya sama dengan blender yang lain, tapi berdasarkan pengalaman, alat ini hanya cocok dipakai untuk menghaluskan bahan atau makanan yang tidak begitu keras dan memiliki ukuran yang tidak besar.  Hal ini disebabkan karena torsi serta rpm dari motor yang kecil dan juga pisau potong yang kecil, sehingga sering ketika dipakai menggiling bumbu tidak mencapai titik halus yang maksimal.  Namun masih cocoklah untuk dipakai membuat jus buah.  Desainya simpel & ga makan tempat 



Philips Hand Blender
walau sama2 masuk ke golongan blender, gear ini memiliki bentuk yang sedikit berbeda, dimana penggunaannya harus menggunakan bantuan tangan untuk memegang alat tsb.  Dalam paket penjualan disertakan juga wadah untuk menghaluskan yang penggunaannya mirip dengan blender pada umumnya.
Walau memiliki ukuran pisau yang lebih kecil dari blender sharp diatas (mode hand blender) namun torsi & rpm hand blender ini sangat besar, mampu melumatkan benda2 keras seperti es batu.  TS biasanya menggunakan untuk membuat minuman "ice blend" baik greentea, thai tea, capucino atau nge-jus berbagai macam buah yang bisa dicampur dengan es batu.  TS tidak menyarankan penggunaan wadah extend untuk menghaluskan makanan yang berair, karena wadah terasa kecil dan sering tumpah, namun extend untuk mengocok telurnya sangat berguna untuk mencampur adonan ketika membuat kue 



Blender philips (standard)
Gear inilah yang paling banyak dipakai, baik rumah tangga atau penggunaan komersil seperti tukang jus atau minuman.
bentuknya memang konvensional namun memiliki power & rpm tertinggi diantara dua blender diatas.  
Selain itu philips menyediakan banyak extend diluar paket penjualannya, seperti pisau untuk menghaluskan dan mencampur daging, wadah untuk membuat susu kedelai dan perasan jeruk, selain dari wadah standard & penghalus bumbu yang terdapat pada paket penjualan tentunya.
Gear ini pula yang sering TS pakai karena bisa diandalkan.  Bandel euy, ketumpahan cairan, dipakai lama, bahkan benda2 keraspun seperti es batu bisa lumat dalam sekejap, selain itu partnya pun banyak dijual dimana2, seperti karet seal yang sering kali minta diganti.

Kesimpulannya,
masing2 alat mempunyai kelebihan dan kekurangan, bahkan seri blender philips (standard) pun punya kekurangan seperti tidak praktis ketika dipakai untuk membuat minuman.
Apapun gear yang kita pakai, tetap saja sang pemakailah yang menentukan hasil akhir dari karya kita di dapur nantinya.

Selamat Memasak


Kamis, 18 Januari 2018

skipping swift jump rope



susah ya namanya, skipping swift jump rope 😅, tapi orang2 sih biasanya menyebutnya skipping ajah.

Terakhir TS punya alat model gini itu pas esde, tapi modelnya beda banget sama yang ini.  Walau sama2 versi standard kalo kata orang "pasaran" tapi secara build sudah mengalami banyak perubahan.  Pada model lama, yang berputar adalah tali skipping, dan pada model ini diujung terdapat semacam engsel yang berputar, sehingga tali bisa berputar lebih efektif. Selain itu panjang tali pun lebih mudah di adjust, ada semacam sekrup diujung tali untuk mengaturnya.

well pada akhirnya, murah meriah ngos2an 👍
😁

Jumat, 29 Desember 2017

Spray Gun Multipro




Beruntung saat ini jika ingin melakukan pengecatan tembok rumah bisa menggunakan alat ini.  Adalah spray gun merk multipro yang bisa dipergunakan untuk pengecatan, baik cat minyak maupun cat biasa (water base).  Alat ini menggunakan tenaga listrik untuk menggenakan kompresor kecil di dalamnya dengan asupan max. 450 watt.
Dalam paket penjualannya selain disertai alat2 untuk membersihkan/maintenance, disertakan juga jarum (noozle) kecil untuk pekerjaan yang lebih halus/detai, walaupun tak sedetail noozle yang digunakan untuk airbrush.
Pada ujung noozle bisa diatur untuk pengecatan vertikal, horizontal maupun hasil bentuk bulat, selain itu power semprotan pun bisa diatur sesuai keinginan.
Yang pasti dengan alat ini bisa menghemat waktu pengecatan.

cmiiw

Kamis, 28 Desember 2017

BIO E (elektromagnetic)



Setiap kita pasti punya alergi, baik terhadap makanan yang kit konsumsi, udara ataupun benda asing lain yang bersinggungan atau masuk ke dalam tubuh dan tubuh akan menolak dengan menunjukkan reaksi seperti gatal, batuk, pusing dan bermacam2 bentuk penolakan tubuh lainnya.
Seperti ada yang alergi terhadap makanan tertentu, udara dingin atau panas, benda-benda tertentu yang bersentuhan dengan kulit dan lain sebagainya.

Tubuh kita mempunyai batasan dalam mentolerir hal2 yang dapat mentebabkan alergi, hal ini tergantung dari daya tahan tubuh kita masing-masing.  Dan jika sudah mencapai pada batasnya biasanya tubuh akan bereaksi seperti gatal, bercak pada kulit, batuk, pusing, pegal dan lain sebagainya.
Biasanya kita baru mengetahui alergi terhadap sesuatu ketika tubuh kita bereaksi, sehingga keesokan hari kita menghindari zat tersebut kontak langsung dengan tubuh.

Namun pernahkah kita bertanya adakah cara untuk mengetahui kita alergi apa tanpa harus menunggu reaksi yang dikeluarkan tubuh ?!?
untuk makanan dan obat biasanya dilakukan dengan pemeriksaan lab melalui pengambilan darah, namun saat ini ada sebuah cara yang dinamakan bio- e untuk mengetahui tubuh kita alergi apa saja.
Alat ini bekerja melalui reaksi kimia, dimana tubuh kita akan dipasangi elemen yang terhubung pada mesin, lalu beberapa sampel makanan, suhu udara, dan beberapa sampel logam yang sering kontak dengan tubuh di tes apakah indikator pada alat tersebut bereaksi pada sampel-sampel tadi.  Walhasil kita bisa mengetahui apa saja yang tubuh kita tak bisa toleran dengan tingkatan rendah, sedang bahkan tinggi.

Selain itu, dengan alat ini bisa melakukan proses detoksifikasi karena tubuh terpapar gelombang elektromagnet (sinyal handphone, wifi dll), fungsi organ yang terpapar racun dan beberapa fungsi lainnya.
Yang intinya mengembalikan fungsi tubuh keadaan semula, serta menghindari zat-zat apa yang bisa mengakibatkan alergi pada tubuh.

Untuk sementara TS hanya mengetahui informasi bahwa praktek pengobatan ini ada di klinik syaidah-duren sawit serta klinik noura-bintaro entertaintment center

Minggu, 17 Desember 2017

XIAOMI MI BOX 3



Udah ada sebulan piringan antena posisinya berubah karena terkena angin, walhasil TS sekeluarga ndak bisa fly parabola karena decorder ndak dapat sinyal 😅.  Berhubung letak antena diatas rumah dan lokasi sulit dikangkau, walhasil sampe sekarang blm sempet naek ke atas benerin itu antena 😅.  Dan berhubung udah sebulan juga ga nonton tipi akhirnya ketinggalan update berita 😂.

yoweslah, sepintas akhirnya dipinanglah sebuah tv box yang didaulat untuk menggantikan decorder yang nganggur karena ga dapet sinyal 😅.  Hari gini banyak banget merk tv box yang beredar dengan harga relatif jauh rentannya satu dengan lainnya walau spesifikasi rata2 mirip.  Dan TS menjatuhkan pilihan ke xiaomi mibox karena melihat faktor durabilitya berdasarkan review dari berbagai sumber.

Untuk unit tv box, TS ambil yang sudah dalam keadaan terinstall beberapa add on (program), jika kita awam soal tv box jangan membeli dalam keadaan "kosong" sebab tv box akan berakhir dengan youtube an doang nantinya 😅.  Add on yang terinstall bermacam2, tapi yang paling umum biasanya seperti kodi, terarium dan beberapa add on umum lainnya.  Add on seperti kodi memungkinkan apps yang tidak kompatibel terinstall untuk tv box agar dapat berjalan di unit tersebut sehingga kita bisa menjalankan semua apps android di playstore sama seperti kita menjalankannya pada handphone (banyak apps tdk kompatible dengan tv box).   Walhasil, sekarang TS bisa nonton tv dengan apps seperti first media X (kebetulan punya usernya) dan beberapa apps untuk nonton siaran tv live streaming berbayar luar seperti HBO, FOX dan lain sebagainya.

Selain itu unit ini juga bisa diinstall game yang ada di android apps.  Dan karena keterbatasan memory, walhasil baru dua game yang terinstall di unit TS, kebetulan unit ini juga kompatibel dengan xiaomi mipad (stick game) karena sudah ada bluettoth di dalamnya, memory juga bisa ditambah dengan memory external yang dijadikan tempat untuk menginstall aplikasi, tentunya dengan menambah router lan karena port lan bawaannya hanya satu, disini TS menggunakan router yang lengkap dengan card reader, dimana untuk penyimpanan extra TS menggunakan micro SD 32gb dan 3 lubang sisanya untuk mouse dan prangkat lain jika dibutuhkan. 😅.




semoga review ini bermanfaat
😊

Sabtu, 16 Desember 2017

mengecat torent air / tandon dengan warna hitam



Bagi pemilik torent air atau biasa juga disebut tandon air, hal yang membuat kesal adalah ketika harus sering-sering dikuras, setidaknya setahun 2X karena lumut yang memenuhi dinding penampung air tersebut.  Hal ini amat mengganggu jika letak dari torent air tersebut sulit dijangkau, seperti diatas rumah namun bukan diletakkan di dak tingkat, melainkan menggunakan penyangga yang khusus dibuat untuk bak penampung tersebut.

Setelah mencari tahu, 2 tahun yang lalu TS mencoba mencat tandon di rumah menggunakan warna hitam.  Teorinya, lumut akan hidup jika ditempat lembab (ada air) terkena sinar matahari (ultraviolet), oleh sebab itu dicatlah seluruh permukaan tandon menggunakan cat minyak warna hitam (seperti contoh gambar diatas).  Alhamdulillah ketika sekarang coba dibuka untuk dikuras, tak ada endapan lumut yang cukup berarti di dalam toren air, hanya ditemukan lumpur yang memang ikut terbawa dari proses penyedotan air dari dalam tanah.

semoga tips ini berguna
😊

Kamis, 23 November 2017

Basic IE - 200




Nyonya mengeluh, iemnya kadang mati sebelah 😅 sadiz itu diapain bisa begitu 😢.  Yoweslah namanya juga istri sendiri, udahlah tar tinggal recable lagi 😅.

walhasil dipilihlah iem baru, kali ini yang biasa aja biar ga nyesel2 amat klo rusak.  Tapi tetep aja ga bisa asal2an karena pasti akan terasa ga enak ketika gab penurunan kualitas cukup jauh terjadi, karena kuping udah biasa denger iem yang lama 😅.
Dipilihlah basic ie-200, karena menurut beberapa review iem ini cocok untuk bass head, cocok lah buat doi.

Secara fisik, bisa dibilang lumayan kecil, walau ndak kecil banget, bobot sangat ringan enak ketika dipakai.  Kabel yang dipakai adalah jenis detachable, disertakan juga satu kabel dengan mic untuk telepon dalam paket penjualannya, selain karet eartips dalam beberapa ukuran tentunya.

Untuk suara, suara yang dihasilkan sepadan dengan harganya, sesuai dengan review2 sebelumnya, bass lebih dominan punch terasa ringan tak terlalu berbobot sehingga kecil kemungkinan mengalami boomy, walau pada musik cepat tetep aja ketinggalan😅.  instrument terdengar maju, justeru vokal terdengar sedikit mundur ke belakang.  Nampaknya cocok untuk jenis musik EDM a.k.a ajeb2 😁.  untuk staging tidak luas, tapi juga tidak sempit, sama seperti iem pada umumnya.  Terasa agak hars disana-sini, tapi ini tampaknya karena belum selesai burn in saja.

Semoga yang ini awet 
😁😁😁

Rabu, 08 November 2017

Huawei B310s unlock + antena triband 22dbi

dikarenakan lokasi tempat tinggal TS termasuk daerah pinggiran dan bukan dalam lokasi komplek perumahan, atau bahasa gampangnya kampung 😅, maka TS agak kesulitan mengakses internet berkecepatan tinggi.  Sebab provider2 besar internet tidak menyasar kedaerah seperti tempat tinggal TS.  Tapi masih untung ada provider 4G yang sudah cukup kawakan yaitu BOLT yang mempunyai BTS tidak begitu jauh dari rumah TS, kurang lebih 2,5km jaraknya.  Sejurus terpasanglah akses internet unlimited dengan speed max 10Mbps.

sayangnya, modem yang diberikan pada paket yaitu aquila max cukup jelek untuk menangkap sinyal.  Oleh sebab itu TS berinisiatip mengganti dengan modem mifi Huawei B310s.

Unit ini sebenarnya copotan dari paket XL bundling, kebetulan unit yang di tangan TS adalah versi yang sudah di unlock sehingga bisa menjalankan provider BOLT.


Pada unit sebenarnya terdapat port untuk antena external, hanya saja bawannya tidak menyertakannya, sehingga TS berinisiatif untuk menambah antena sendiri.  Antena yang dipasang adalah sepasang antena triband tanpa merk dengan gain 22dbi.

Selain antena external, pada belakang unit, terdapat port untuk power (adaptor), lan serta telepon.  Untuk simcard pun dimasukkan dari samping belakang, dengan ukuran simcard yang paling besar (standard).

Seperti pada modem2 seri terbaru huawei lainnya, setting bisa dilakukan melalui apps yang bisa diinstal melalui android maupun ios.  Tapi jika ingin melakukan setting via komp bisa ke 192.168.8.1

TS seneng banget waktu tau modem ini bisa hidup tanpa perlu menekan tombol power, cukup colok adaptor ke listrik maka modem akan menyala.  Sehingga bisa dipadukan dengan timer listrik otomatis, dimana nantinya modem akan menyala dan mati sesuai waktu yang kita atur, hal ini akan membuat usia modem lebih awet.


Untuk kualitas sinyal ternyata device ini cukup bisa diandalkan.  Dalam keadaan antena external tak terpasangpun performanya cukup bisa diandalkan, berikut hasil speestest ketika tidak menggunakan antena external.

Dan berikut adalah hasil speedtest ketika menggunakan antena external.  Saat test berlangsung jarum tes seakan melewati angka sepuluh, hanya saja karena batas max speednya 10Mbps maka hasil max yang didapat seperti gambar dibawah ini 😅


Sekian review singkat kali ini dari TS, semoga bisa bermanfaat dalam mengambil keputusan pembelian

untuk unboxing bisa dilihat di : https://youtu.be/fsfPqSHrC1E

Senin, 06 November 2017

Aquila Max VS Huawei e5577 (unlock)


sebenernya, TS ud hampir setaun punya e5577, tapi berhubung ga punya pembanding susah ngasih patokan review.  Sampe tiga hari yang lalu, TS daftar paket big TV + bolt dimana untuk bolt user mendapatkan modem aquila + simcard bolt unlimited. Jreng tanganpun gatel pengen review 😅

aquila max
produk ini digadang buatan lokal, dimana katanya pembuatnya dulu adalah  pabrik TV akari.  Secara fisik modem portabel ini lumayan berat karena mengusung batere 3000mah.  layar pada body lumayan menampilkan informasi yang diperlukan, ukurannya relatif sama dengan yang lain, harga dipasaran saat ini sekitar 300rb an.
kemampuaan pas2an, itu klo ndak mau dibilang jelek 😅.  dengan jarak ke bts bolt sekitar 2,5km modem ini hanya bisa maksimal dapet 1 bar sinyal, itupun jarang 😅.  kalaupun ada kelebihannya cuma daya tahannya yang luar biasa, karena pada pemakaian biasa bisa sampai 10 jam. namun untuk streaming paling hanya bertahan 3jam an 😂.

huawei e5577
modem portabel ini bisa dibilang cabe rawit.  Walau memiliki harga dikisaran lebih 2X dari aquila max, tapi keunggulan yang dimiliki banyak sekali.  Mulai dari sinyal yang bagus bisa sampai 2-3 bar di rumah TS, Fisik yang enteng, sudah unlock all operator, bisa di bypass batere tanpa perlu pakai dummy, ada port antena external, punya slot mini sd untuk simpah data, ada apps android untuk akses perangkat.
Kekurangannya buat TS cuma satu yaitu kapasitas batrenya yang kecil, paling lama sanggup bertahan 2 jam lebih streaming 😅

speedtest menggunakan kartu simpati


kalo orang jawa bilang, ono rego ono rupo.  Semua dikembalikan kepada kita masing2 akan memilih yang mana.  Semoga review ini banyak membantu
😁😁😁

Rabu, 11 Oktober 2017

everlast prime boxing gloves



Karena glove TS yang lama sudah usang (hayah bahasanya formil bet dah), atau yang biasa kita sebut sobek2, baik lapisan busa dalam, maupun beberapa jahitan di luar, maka diputuskanlah untuk ambil ganti dengan yang baru.  Kebetulan istri mau ngadoin untuk ulang tahun 😁
Karena merek yang banyak di pasaran Indonesia adalah everlast, yowes lah merek itu ajalah, sing penting ada gantinya.  Tadinya TS mau ambil model Protex 2, karena model ini kelihatannya lebih simpel dari model prime, namun karena ukuran 12 oz rata-rata tinggal warna putih, dan notabennya putih cepet kotor (padahal bagus), yowes terpaksa TS nyoba ambil seri prime.

Dari tampilan, sekilas bentuk seri prime ini lebih futuristik dari seri protex 2, ringan namun kokoh, okelah untuk tampilan sebuah gloves (apalagi klo sampe dapet warna hitam).  Ketika dipakai bagian dalam telapak tangan lebih semriwing (adem), ternyata karena lapisan dalamnya tipis dan berpori.  Lapisan luar tebal, sama tebalnya dengan glove umumnya, hanya saja seperti ada pelat (entah bahannya apa) yang mengganjal sehingga bagian luar jadi lebih kaku.  Busa (pad) juga cukup lumayan tebal terasa di bagian luar tangan (pelindung jari).

Ketika TS coba pakai, jujur TS belum terbiasa pakai glove yang model kaku seperti ini (efek dari pelat di dalamnya), ah nanti lama2 juga biasa 😅.   Yang pasti glove model ini menurut TS cocok banget buat pemula yang pertama kali pakai glove, dimana kakunya ini bisa mencegah terkilir seperti yang TS pernah alami dulu 😂
Selain itu mungkin juga cocok dipakai untuk muangthai, sebab selain kaku, bagian luar dari pelat di bungkus oleh lapisan busa yang lumayan tebal, cocok untuk menangkis tendangan atas.
Klo boleh jujur, sebenernya TS lebih suka yang model biasa aja sebab pergelangan tangan bisa bergerak bebas sesuai kebutuhan ndak seperti ini yang jadi kaku 😢

sekilas review dari saya, semoga bisa bantu untuk pengambilan keputusan memilih glove
CMIIW

:)


Rabu, 13 September 2017

MPOW MBH6 BLUETOOTH IEM



akhirnya bluedio Q5 harus mengakhiri masa baktinya, hal yang lumrah untuk sebuah iem produksi china memiliki umur yang relatif singkat (sekitar 2 tahun) suaranya jodoh untuk disandingkan dengan hape ketika joging atau tredmillan menggunakan pemutar musik online spotify.
untungnya udah sebulanan TS browsing2 iem bluetooth, dan sama seperti benda2 yang lain, sim salabim besoknya sudah ada ditangan berkat tokopedia 😅

kali ini pilihan TS jatuhkan kepada MPOW MBH6.  Pertanyaan yang muncul pertama kali kenapa ga sony, jabra atau plantronic ?!?  karena sehebat apapun kekuatan batre iem bluetooth pasti akan menemui ajalnya juga, sedangkan saat ini replacement batre untuk iem2 bluetooth di indonesia belum ada, so beli aja yang merk china lagi, cuma kali ini yang rada bagusan merknya 😅

alasan kenapa merk & type ini ?!? kebetulan setelah melakukan beberapa pencarian merk ini sudah terbukti kualitasnya (review), dan type ini adalah seri tertinggi untuk bluetooth di merk tersebut, karena sudah menggunakan teknologi bluetooth 4.1, support noise canceling & codec aptx 😱

dilihat dari tampilan fisik, TS ga nyangka finishingnya akan sebagus ini, karena seandainya dimerk in brwnd mahal pun ga ada orang yang akan curiga 😁
cara pakai seperti gambar terlampir di atas , dilingkarkan di belakang kepala.  
Terdapat satu tombol serbaguna serta dua tombol + dan - untuk adjust pada iem, sama seperti iem bluetooth umumnya

untuk suara, jujur TS sempet bengong sebentar begitu pertama kali denger suaranya, power yang dimiliki jauh lebih besar dari semua iem bluetooth yang pernah TS coba, sedikit diatas sony nws413.
coba dengerin rock, hars terasa di nada tinggi, tapi TS paham bgt hars ini bukan karakter suara asli melainkan karena blm selesai burn-in, ga mo terlalu maksa coba dengan jazz, astaga baru pertama kali denger suara model gini dari iem bluetooth 😱 vokal clear & center, detail cukup jelas terdengar, dan yang paling bikin pangling adalah separasi yang jelas antara instrumen juga vokal, sehingga soundstage terasa luas seperti nonton konser (tp bukan surround ya), untuk nada2 rendah bass terasa cukup dan punchy, ah ampe bingung mo nulis apa lagi 😅
yang pasti TS takjub 😍

so untuk yang baru mau beli iem bluetooth daripada bingung coba sana-sini langsung aja ambil type ini 😁

masih nunggu sampai burn-in selesai untuk review lebih akurat, tapi kali ini TS sepertinya akan burn sambil dipake aja, abis gini aja udh enak
😛